Ruteng, VoxNTT.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengunjungi pengungsi gempa bumi di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Rabu, 19 Agustus 2026. Dalam kunjungan itu, pemerintah menyalurkan delapan truk beras untuk memenuhi kebutuhan pangan para pengungsi.
Rombongan Kementerian Pertanian tiba di posko pengungsian Barangkolong, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok, sekitar pukul 16.00 Wita. Amran kemudian menemui para pengungsi dan menyerahkan bantuan beras secara simbolis.
Amran didampingi Wakil Bupati Manggarai Fabi Abu, Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah, dan Kepala Dinas Pertanian Ferdi Ampur.
Dalam pertemuan tersebut, Amran menyampaikan duka cita atas gempa yang melanda Flores, khususnya Kabupaten Manggarai.
Ia mengatakan kunjungannya merupakan tindak lanjut dari perintah Presiden Prabowo Subianto untuk melihat langsung kondisi di lapangan sekaligus memastikan penyaluran bantuan beras.
“Kebetulan waktu kejadian pas hari Sabtu itu hari libur yah, saat itu juga kami menginstruksikan Bulog dan Bapenas untuk mendistribusikan beras ke semua posko dan malam itu juga semua administrasinya kami tandatangani,” kata Menteri Andi.
Amran mengatakan telah meminta seluruh pemimpin cabang Perum Bulog agar segera menyalurkan beras kepada pengungsi yang membutuhkan tanpa menunggu surat administrasi dari pemerintah pusat.
“Artinya apabila ada yang membutuhkan langsung minta, maka akan dikirim, tidak perlu menunggu surat. Insyaallah stok kita masih banyak ni sekarang,” ujar mantan Direktur Utama Perum Bulog itu.
Menurut Amran, stok beras nasional saat ini mencapai sekitar 5,2 juta ton. Adapun stok beras di Nusa Tenggara Timur mencapai 39 ribu ton.
Ia mengatakan stok tersebut diperkirakan mencukupi kebutuhan hingga satu tahun ke depan. Penyaluran beras kepada masyarakat terdampak bencana, kata dia, akan terus dilakukan sesuai kebutuhan.
“Jadi jangan khawatir, stok kita masih bisa mencukupi untuk satu tahun ke depan. Perintah langsung Bapa Presiden agar masyarakat terdampak bencana terus dilayani,” ungkap Menteri Andi.
Amran juga meminta pemerintah daerah dan kepolisian tidak ragu mengambil stok beras apabila diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pengungsi.
“Bapak Kapolres, Bapak Wakil Bupati jangan ragu yah, butuh stok langsung diambil aja, urusan administrasinya menyusul nanti kami yang tandatangani karena makan ini konsumsi yang tidak bisa ditunda,” ungkapnya lagi diikuti tepuk tangan para pengungsi.
Amran berharap kondisi pascabencana segera pulih sehingga para pengungsi dapat kembali ke rumah masing-masing dengan aman.
Penulis: Berto Davids

