Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Gubernur NTT Buka Musrenbang RKPD dan RPJMD, Tekankan Sinkronisasi Pusat-Daerah
NTT NEWS

Gubernur NTT Buka Musrenbang RKPD dan RPJMD, Tekankan Sinkronisasi Pusat-Daerah

By Redaksi15 Mei 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, Rabu pagi, 14 Mei 2025 (Foto: Dio Cenfin/ Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNTT.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, Rabu pagi, 14 Mei 2025.

Acara berlangsung di Aston Kupang Hotel & Convention Center dan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan dari berbagai tingkatan pemerintahan.

Dalam pidatonya, Gubernur Melki menekankan pentingnya penyelarasan arah kebijakan pembangunan antara pusat dan daerah.

“Penyusunan RPJMD merupakan tahapan strategis yang menjadi panduan arah kebijakan pembangunan lima tahun ke depan, serta dasar bagi penyusunan RKPD, KUA-PPAS dan APBD,” ujar Melki.

Ia menyatakan forum Musrenbang harus menjadi titik temu antara visi pembangunan nasional, provinsi, dan kabupaten/kota.

“Kita harus ubah paradigma. Anggaran harus dikendalikan untuk kesejahteraan rakyat, dan berorientasi pada program prioritas. Komitmen kebersamaan menjadi kunci mencapai tujuan pembangunan yang inklusif,” tegasnya.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, yang hadir secara daring, turut menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor.

Ia menggarisbawahi empat poin strategis: arah kebijakan RPJPN 2025–2029, sinkronisasi dengan kondisi ekonomi nasional tahun 2026, pokok-pokok rancangan RKP, dan implementasi Perpres No. 12 Tahun 2025.

“Tujuan pembangunan nasional tidak akan tercapai tanpa dukungan daerah. Kita ingin RPJPN menjadi milik bersama, yang diterjemahkan ke dalam setiap rencana kerja kementerian dan daerah,” ujar Rachmat.

Ia juga menekankan strategi pembangunan wilayah Indonesia Timur melalui konektivitas infrastruktur, konservasi lingkungan, dan penguatan sektor pariwisata serta ekonomi kreatif.

Senada dengan itu, Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Restuardy Daud menyatakan, transformasi sosial, ekonomi, dan tata kelola menjadi pilar utama RPJPN.

Ia mengapresiasi tema RKPD NTT 2026 yang sejalan dengan RKP nasional, yakni peningkatan produktivitas untuk ketahanan pangan dan energi serta percepatan pertumbuhan ekonomi inklusif.

“Musrenbang harus menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan indikator makro pembangunan pusat dan daerah. Kita butuh lompatan pembangunan untuk NTT,” kata Restuardy.

Dari sisi legislatif, Ketua DPRD Provinsi NTT dalam penyampaiannya menekankan perlunya pembangunan yang adil dan responsif terhadap kebutuhan warga, termasuk isu kekerasan terhadap perempuan dan anak serta perdagangan orang.

“Kita butuh tangan yang saling menggenggam dan hati yang kuat untuk melayani,” ujarnya.

Pada kesempatan itu turut diserahkan sejumlah dokumen penting, termasuk Pokok-Pokok Pikiran DPRD NTT, Dokumen Pengarusutamaan Gender dan Disabilitas Inklusif Sosial, serta berita acara hasil Musrenbang RKPD dan RPJMD.

Penandatanganan berita acara dilakukan oleh para bupati dan wali kota se-NTT sebagai bentuk komitmen kolektif menuju pembangunan berkelanjutan. [VoN]

Emanuel Melkiades Laka Lena Gubernur NTT Melki Laka Lena Pemprov NTT
Previous ArticleKompak Indonesia Desak Gubernur NTT Koordinasi Kajati, Kasus MTN Rp50 Miliar Macet 5 Tahun
Next Article NTT Luncurkan Musik Keren: Ikhtiar Menjadikan Kelompok Rentan Subjek Pembangunan

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.