Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Seni dan Budaya»Sanggar Budaya Manggarai Gelar Pentas Sae, Danding, dan Caci di Kota Kupang
Seni dan Budaya

Sanggar Budaya Manggarai Gelar Pentas Sae, Danding, dan Caci di Kota Kupang

By Redaksi6 Desember 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Danding Bersama saat pentas seni Sanggar Wela Pau Rana di Kupang (Foto: Ronis Natom/ VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNTT.com – Sanggar Budaya Manggarai Wela Pau Rana menggelar pentas budaya Sae, Danding, dan Caci di halaman Paroki St. Petrus TDM, Kota Kupang, Sabtu, 6 Desember 2025.

Kegiatan ini menjadi upaya pelestarian seni dan tarian tradisional Manggarai sekaligus sarana pewarisan budaya kepada generasi muda.

Pentas dibuka dengan tarian Danding yang dibawakan para perempuan dan remaja perempuan dengan iringan gong dan gendang.

Setelah itu, sekitar 20 laki-laki tampil sebagai tangkas dalam tradisi Caci. Mereka mengenakan busana adat lengkap sebagaimana pemain Caci Manggarai.

Dua peserta saat pentaskan caci (Foto: Ronis Natom/ VoxNtt.com)

Para perempuan muda dan ibu-ibu yang memakai kain tenun serta aksesoris tradisional tampak memainkan gong dan gendang untuk mengiringi jalannya pertunjukan.

Ketua Panitia Pelaksana Pentas Budaya Manggarai, Frans Bustan mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya Manggarai di Kota Kupang.

“Mendorong pelakon budaya untuk lebih terampil dan kompeten sehingga mengembangkan diri dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” ujar Guru Besar Undana itu.

Ia menambahkan, tujuan pentas budaya tersebut adalah meningkatkan jati diri peserta agar mereka mampu menyejahterakan diri sendiri.

“Meningkatan kompetensi dan keterampilan seni. Meningkatan kemampuan peserta untuk mengembangkan keterampilan sehingga mampu berkembang ke arah yang lebih baik,” katanya.

Menurut Frans, kegiatan itu mendapat dukungan langsung dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVI NTT.

Anggota DPRD NTT, Marselinus Anggur Ngganggus, turut mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Saya apresiasi setinggi tingginya atas perhatian pemerintah terhadap kearifan lokal di NTT. Ini bentuk pembangunan menuju NTT emas. Ini pilar utama. Ini kerafian lokal seni budaya dari leluhur harus dilestarikan,” katanya.

Sebagai legislator yang juga berasal dari komunitas Manggarai diaspora di Kota Kupang, ia berharap kegiatan serupa tidak hanya digelar tahun ini.

Anggota DPRD NTT Marselinus Ngganggus saat diberikan kesempatan pukulan penghormatan saat pentas caci (Foto: Ronis Natom/VoxNtt.com)

“Ke depan kegiatan seperti ini diharapkan kepada pemerintah sebagai orang tua dari entitas yang ada tetap peduli. Kalau boleh ini dibuat kalender khusus terutama dari stakeholder terkait misalnya dinas pariwisata,” katanya.

Ia menegaskan bahwa penjadwalan rutin semua entitas budaya dapat menjadi langkah penting dalam pelestarian.

“Kalau ini jadi agenda tetap bisa dijadikan momen untuk menjual event. Bisa juga etnis lain dijadwalkan dan dipublikasikan sehingga semua penikmat budaya bisa betul-betul mengikuti pentas pentas budaya ini sebagai kekayaan kota yang tak terukur dengan apapun. Apalagi zaman semakin maju dan canggih,” katanya.

Penulis: Ronis Natom

Caci Danding Kota Kupang Sae
Previous ArticleFounder Filosi Group Jadi Dosen Tamu di Magister Manajemen Unwira Kupang
Next Article SDI Leda Manfaatkan Lahan Tidur untuk Budi Daya Wortel, Siap Suplai ke Dapur MBG

Related Posts

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026

Jaksa Sebut Dalil Praperadilan Chris Liyanto Masuk Pokok Perkara

11 Februari 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.