Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Keluarga Korban Pemerkosaan dan Penganiayaan Minta Polisi Agar Pelaku Dihukum Kebiri
Regional NTT

Keluarga Korban Pemerkosaan dan Penganiayaan Minta Polisi Agar Pelaku Dihukum Kebiri

By Redaksi27 April 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi pemerkosaan (Foto: Okezone News)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT-Keluarga korban pemerkosaan dan penganiayaan di pelabuhan  Aimere, Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada, Selasa, 25 April 2017 dini hari meminta polisi agar pelaku diberi hukuman kebiri.

Selain meminta menjerat pelaku dengan hukuman kebiri, keluarga korban juga mengharapkan agar kepolisian resort (Polres) Ngada segera mengungkap dan menangkap pelaku.

“Kak kami sudah diperlakukan seperti itu, Jika pelakunya tertangkap, saya minta pelaku dihukum seberat-beratnya, bila perlu dihukum kebiri kemaluannya,” tegas adik kandung korban, Donatus Kebo warga dusun Suka Maju desa Aimere Timur, kecamatan Aimere saat ditemui VoxNtt.com di RSUD Bajawa, Kamis (27/4/2017).

Dia menegaskan, bila polisi tidak bisa mengungkapkan siapa pelaku pemerkosa terhadap kakaknya, mereka sudah punya konsep untuk mencari sendiri pelakunya.

“Kalau memang tidak dapat, kami 11 bersaudara yang cari sendiri. Kalau dapat saya makan otaknya, saudara yang lain makan hati dan organ tubuh lainnya,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Ngada AKBP Firman Affandi mengatakan dugaan adanya pemerkosaan terhadap mawar (bukan nama sebenarnya), wanita cacat mental warga dusun Suka Maju desa Aimere Timur, kecamatan Aimere Kabupaten Ngada, pada Selasa (25/4/2017) dini hari di pelabuhan Aimere langsung ditindaklanjuti.

Kapolres Firman menyatakan akan mengejar dan mencari pelaku.

“Kami akan kejar sampai titik penghabisan, Kasus ini atensi, dan pasti ditindaklajuti,” tegasnya.

Dikabarkan sebelumnya, Mawar (bukan nama sebenarnya), wanita yang menderita gangguan jiwa asal Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada, diduga diperkosa oleh dua pemuda  di pelabuhan Aimere pada Selasa (25/4/2017) dini hari.

Baca: Gadis Gangguan Jiwa Ini Diperkosa, Lalu Dianiaya

Setelah diperkosa, pelaku menganiaya korban hingga tangan bagian kananya patah serta luka memar di bagian wajah.

Kapolres Ngada, AKBP Firman Affandi kepada Voxntt.com di ruang kerjanya Rabu (26/4/2017) membenarkan kejadian itu.

Ia menjelaskan peristiwa pemerkosaan dan penganiayaan gadis berusia 17 tahun ini awalnya diketahui oleh seorang saksi yang hendak melintas di pelabuhan tersebut.

Ketika mendengar tangisan Mawar, saksi itu langsung mendekat dan mendapatkan korban dalam kondisi lemas.

Saksi kemudian membawa korban ke Polsek Aimere untuk melaporkan kejadian itu.

Dikatakan AKBP Firman, berdasarkan pengakuan korban terungkap bahwa dua orang pemuda yang dia kenal sebagai pelaku aksi bejat itu. (Arkadius Togo/VoN)

Ngada
Previous ArticleDua Anggota DPRD NTT Ikut Maju Dalam Pilkada TTS
Next Article Pemda Sikka Diminta Sediakan Alat Ukur Capaian RPJMD

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Musda IV Partai Golkar Nagekeo, Jalan Mulus untuk Robby Tulus

5 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.