Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Pembangunan Pariwisata Harus Fokus, Terukur dan Lintas Sektor
Ekbis

Pembangunan Pariwisata Harus Fokus, Terukur dan Lintas Sektor

By Redaksi28 April 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota DPRD Provinsi NTT, Fredi Mui
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kota Kupang, Vox NTT-Pembangunan pariwisata di NTT butuh kerja sama lintas sektor agar dapat menciptakan multiple effect bagi daerah dan masyarakat di lingkar destinasi wisata.

Gagasan ini disampaikan Inosentius Fredy Mui, anggota DPR Provinsi NTT saat dihubungi VoxNtt.com, Jumat (28/04/2017).

Menurut Fredy, agar Pariwisata bisa menjadi leading sektor dan berpengaruh bagi kehidupan ekonomi masyarakat sekitar, harus ada kerja sama lintas sektor seperti Dinas Pariwisata, Dinas Perkebunan, Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan, Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perikanan dan Kelauatan.

Konkretnya kerja sama lintas sector ini tidak hanya dilakukan oleh dinas pariwisata dalam mempromosi kekayaan alam NTT tetapi juga harus diikuti oleh pendidikan dan skill masyarakat sekitar yang memadai, pasokan komoditi seperti sayur mayur dan buah-buahan, sumber daya kelautan seperti ikan dan rumput laut serta komoditi pangan seperti beras, ubi, sorgum, dll.

Tujuannya agar masyarakat sekitar juga harus terlibat dan mengambil keuntungan dari pembangunan Pariwisata.

“Yang terjadi selama ini kan buah-buahan, sayur, jagung dan pasokan pangan didatangkan dari luar NTT” katanya.

Karena itu kata anggota DPRD dari Fraksi Nasdem ini, pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota harus punya program yang terfokus, terencana dan terukur dengan melibatkan dinas-dinas terkait untuk menggenjot Pariwisata yang berkeadilan.

Namun demikian, menurut pantauan Fredy, masalah yang terjadi selama ini adalah kurangnya koordinasi dari pemimpin daerah untuk memanfaatkan sumber daya birokrasi yang ada.

Selain itu juga kata dia, antara sesama SKPD terkesan ada ego sectoral sehingga jarang mengkomunikasikan masalah seperti ini secara bersama.

“Kita tidak boleh tutup mata terhadap masalah ini kalau mau pariwisata NTT dinikmati oleh semua masyarakat” tegasnya.

Untuk mengatasi hal ini, Fredy menganjurkan agar gubernur maupun bupati se-NTT harus mampu memanfaatkan kewenangannya untuk mengkoordinasi bila perlu mengintervensi program dari dinas-dinas tersebut agar bekerja secara bersama, focus dan terukur.

“Salah satu contohnya semisal dinas perkebunan melakukan pemberdayaan petani untuk menanam tanaman holtikultura  selama dua tahun ke depan. Dinas ini tidak hanya melakukan sosialisasi tapi juga harus mampu memfasilitasi petani mulai dari mendapatkan bibit, proses menanam, pemeliharaan, pemanenan sampai pada penyediaan pasar seperti hotel, restaurant, kafe, penginapan, dll” pungkasnya.

Jika semua SKPD terkait saling bahu membahu dengan target yang terencana dan terukur maka Pariwisata di NTT mampu menciptakan perubahan ekonomi bagi masyarakat di sekitar. (Andre/ VoN).

Kota Kupang
Previous ArticleKPK: Banyak IUP Terbit Jelang Pilkada
Next Article Listrik Interupsi Pidato Mensos Khofifah di SDI Marombok Mabar

Related Posts

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.