Borong, VoxNTT.com – SMP Stanislaus Borong, sempat meliburkan siswa karena kepala sekolah dan guru ada agenda dialog dengan orangtua murid dan Yayasan Sukma Manggarai Timur terkait gaji guru, pada Kamis, 12 Februari 2026.
Para guru meminta siswa-siswi belajar di rumah agar tidak terganggu dengan agenda pertemuan dengan orangtua dan juga pihak Yayasan Sukma Manggarai Timur.
“Hari ini kami minta anak-anak belajar di rumah karena ada agenda dialog kami dan orangtua dengan Yayasan Sukma Matim,” ungkap Kepala SMP Stanislaus Borong, Antonius Mali, kepada awak media, Kamis sore.
Ia mengatakan, Jumat, 13 Februari siswa-siswi kembali sekolah seperti biasa.
Ia membeberkan, pertemuan dengan pihak Yayasan Sukma Matim yang diselenggarakan pada Kamis membahas gaji guru yang dipotong.
“Kesepakatan kami tadi, hasilnya gaji tidak jadi potong. Tetap seperti semula. Bahkan ada potensi naik karena laporan keuangan kita ke Sukma itu Surplus,” kata Antonius.
Ia mengatakan, surat pemotongan gaji dari Yayasan Sukma Matim terkait pemotongan gaji yang dikeluarkan sebelumnya itu dengan sendirinya gugur.
Ketua Yayasan Sukma Matim, Pastir Simon Nama mengatakan, persoalan terkait gaji guru SMP Stanislaus Borong sudah aman dan final.
“SMP Stanislaus sudah selesai dan final,” kata Pastor Simon, Kamis sore.
Kontributor: Nansi Taris

