Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Gusti Dula Diduga Mengidap Penyakit Megalomania
HEADLINE

Gusti Dula Diduga Mengidap Penyakit Megalomania

By Redaksi25 Mei 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Agustinus Ch Dula, Bupati Mabar (foto; Dutanews)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT-  Sekjen Aliansi Mahasiswa Mangarai (AMANG) Jakarta, Ovan Wangkut menduga Bupati Manggarai Barat (Mabar), Agustinus Ch Dula sedang mengidap penyakit megalomania.

Untuk diketahui megalomania adalah gangguan psikopatologis di mana penderita mengalami fantasi delusional tentang kebesaran, kekayaan, keagungan, kemaha-kuasaan dan superioritas.

Ovan Wangkut, menilai Dula diduga mengidap penyakit megalomania dimana korbannya selalu merindukan puji-pujian dari orang lain.

“Gusti Dula terlihat demikian. Sangat merindukan pujian, sehingga begitu gampangnya beliau menemui demonstran yang mendukung pembangunan hotel di Pede,” ujar Ovan sebagai tertera dalam press release yang salinannya diterima VoxNtt.com, Rabu (24/5/2017) malam.

Sikap Dula, lanjut Ovan  bisa dimaklumi mengingat selama ini, yang diterima bupati dua periode tersebut hanya kritikan. Maka, wajar jika ia menemui demonstran pendukung pembangunan hotel pantai Pede.

“Mungkin Dula merindukan puji-pujian dan dukungan. Namun, keinginan yang demikian hanya lahir dari orang-orang sakit,” lanjutnya.

Kritikan pedas Ovan disampaikan lantaran menyesali sikap bupati Gusti Dula yang menerima peserta aksi pro pembangunan hotel di pantai Pede di Kantor bupati Mabar pada, Rabu, 24 Mei 2017. Mereka tergabung dalam Sekretariat Bersama Pemuda dan Masyarakat Manggarai Barat (Setber PM-MB).

Saat massa aksi berorasi di kantor bupati Mabar, Dula datang menemui mereka.

Dalam tuntutannya, massa aksi mendukung bupati dan wakil bupati Mabar dalam visi dan misinya membangun Mabar. Demonstran juga menyerukan agar membersihkan birokrat yang berkinerja rendah.

Sementara itu, tuntutan lainnya, yang terlihat di spanduk aksi yang terpampang di depan mobil masa, tertulis, “Kecamatan Boleng Mendukung Pengelolaan Pantai Pede yang Berwawasan Lingkutanga Serta Terbukannya akses Publik”.

Senada dengan Ovan, Koordinator AMANG Ario Jempau menduga Gusti Dula berada dibalik aksi damai pro pembangunan pemerintah Mabar tersebut.

“Sangat beralasan untuk mengatakan Dula adalah aktor di balik akasi tersebut,” ujar Ario Jempau.

Dugaan tersebut, menurut Ario, cukup beralasan. Pasalnya, telah berulang kali demonstrasi terkait polemik pantai Pede digelar.

“Namun, pada saat yang sama, Dula juga konsisten menghindari masa aksi dengan berbagai macam alasan,” lanjut Ario.

Seperti diketahui, polemik pantai Pede telah berlangsung lama. Terhitung sejak tahun 2012. Arus penolakan masyarakat tidak pernah berhenti.

Diskusi, audiensi, termasuk demontrasi berkali-kali digelar, menolak pembanggunan hotel di pantai Pede. Kegitan-kegiatan tersebut tidak hanya digelar di Labuan Bajo, tetapi juga di daerah lain di Indonesia, termasuk di Jakarta.

Selama pergelaran aksi, tidak sekali pun Dula menemui peserta aksi. Selalu saja ada alasan yang membenarkan dirinya tidak hadir untuk mendengar dan menerima tuntutan demonstran. (Gerasimos Satria/VoN)

Manggarai Barat
Previous ArticleSekdes Bangka Lao Berbulan-Bulan Tak Masuk Kantor, Ini Komentar Sekda Manggarai
Next Article Anggota DPRD Matim Sebut Terjadi Disparitas Pembangunan di Matim

Related Posts

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.