Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Ini Klarifikasi Resmi TNK Terkait Foto Perburuan Rusa
NTT NEWS

Ini Klarifikasi Resmi TNK Terkait Foto Perburuan Rusa

By Redaksi9 Agustus 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sejumlah rusa mati sedang dibawa menggunakan perahu motor yang diduga dari Taman Nasional Komodo. Dugaan itu ramai diwacanakan di facebook. (Foto: Ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT-Balai Taman Nasional Komodo (TNK) secara resmi mengeluarkan pernyataan terkait sejumlah foto kapal berisi rusa yang diduga diburu dalam kawasan TNK.

Dalam press release yang diterima VoxNtt. com, Rabu (9/8/2017) menjelaskan tujuh point terkait foto-foto perburuan rusa itu.

Seperti diketahui, baru-baru ini publik di Labuan Bajo dihebobkan dengan sejumlah foto kapal motor yang berisi rusa yang diduga hasil perburuan dalam kawasan TNK.

Terkait foto itu, sejumlah pihak angkat bicara, salah satunya Wakil DPRD Mabar, Abdul Ganir.

Abdul Ganir kepada wartawan di Labuan Bajo meminta pihak TNK untuk serius menyelesaikan perburuan rusa di kawasan itu, jika informasi itu benar terbukti.

Dia juga meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar Kepala TNK, Sudiyono dicopot dari jabatannya.

Itu jika tidak mampu menyelesaikan persoalan perburuan rusa oleh kelompok tertentu dalam kawasan TNK.

Adapun  7 point klarifikasi dari pihak TNK itu yakni;

Pertama,  dalam foto tersebut belum dapat menjelaskan asal usulnya rusa dari mana, kapan kejadian tersebut  berlangsung, siapa pelakunya, dan  data lain yang diperlukan dalam  proses pengungkapan.

 Kedua, kami telah membentuk tim internal untuk melakukan investigasi awal terhadap akun facebook yang  memuat foto tersebut. Tim kami mendapatkan hasil bahwa dalam facebook tersebut terdapat dua orang pelaku percakapan serta kapal dengan ciri khas daerah tertentu. Data lain  yang kami dapatkan dalam proses  investigasi tidak semuanya dapat kami  sampaikan pada kesempatan ini agar  tidak mengganggu dalam proses  pengungkapan/penanganan lebih  lanjut.

 Ketiga, kesimpulan awal, pelaku percakapan tersebut berada di luar kawasan TNK sehingga kami mengambil sikap untuk  berkoordinasi dengan pihak lain  sesuai dengan kewenangannya untuk melakukan investigasi secara  profesional.

 Keempat,  dari hal-hal di atas, kami belum mendapatkan bukti yang sah secara hukum keterkaitan antara foto tersebut dengan TNK.

 Kelima,  perlu kami sampaikan juga bahwa sumber pakan Komodo (Varanus  komodoensis) sebagai pemakan  daging (carnivora) berupa Rusa, Kerbau, Kuda, Babi Hutan, Tikus dan hewan kecil lainnya. Rusa sebagai  salah satu sumber pakan komodo,  saat ini yang dimana ketersediaannya masih mencukupi. Hal tersebut dapat dilihat dari trend populasi Komodo sebagai satwa inti relatif stabil. Komodo mempunyai karakter spesifik yaitu siklus makan dapat dilakukan satu bulan sekali.

 Keenam, pada saat ini patroli rutin dalam kawasan TNK tetap dilakukan sebagaimana biasa dengan focus pada daerah yang dianggap rawan serta dengan strategi menyesuaikan dengan kondisi lingkungan.

 Ketujuh, pada kondisi yang diperlukan dalam pengelolaannya kami melibatkan pihak lain seperti: Pemerintah daerah, Kepolisian, Pos AL, pihak TNI, WWF, DKPP, KSP, rekan-rekan media, para pelaku wisata, masyarakat serta mitra lainnya yang peduli.

(Gerasimos Satria/AA/VoN)

Manggarai Barat
Previous ArticleHonor Penyuluh Swadaya di Sikka Rendah, Ini Respon Kadis Pertanian
Next Article DPRD Tetapkan Dana Pilkada Nagekeo Sebesar Rp 23 Miliar

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026
Terkini

Hujan Lebat Picu Jalan Nasional Ruteng–Reo Retak dan Nyaris Putus

8 Maret 2026

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.