Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Survei Indeks Demokrasi NTT Membaik, Pengamat: Secara Substansial Belum
HEADLINE

Survei Indeks Demokrasi NTT Membaik, Pengamat: Secara Substansial Belum

By Redaksi22 September 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Lasarus Jehamat, pengamat sosial dan politik dari Universitas Nusa Cendana Kupang
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Badan Pusat Statistik provinsi Nusa Tenggara Timur (BPS NTT) telah merilis hasil survei Indeks Demokrasi NTT.

Menurut data BPS NTT, Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) NTT tahun 2016 mencapai angka 82,49 dalam skala 0 sampai 100.

Angka ini naik sebesar 4.02 poin dibandingkan dengan angka IDI 2015 yang sebesar 78,47. Capaian kinerja demokrasi NTT tersebut sudah berada pada kategori “baik”.

BACA: Berapa Capaian Indeks Demokrasi NTT? Berikut Datanya

Perubahan dari 2015-2016 menurut BPS NTT, dipengaruhi tiga aspek demokrasi yakni (1) Kebebasan Sipil naik 3,06 poin (dari 93,19 menjadi 96,25), (2) Hak-Hak Politik yang naik 9,99 poin (dari 71,69 menjadi 81,68), dan (3) Lembaga-lembaga Demokrasi mengalami penurunan sebesar 4,27 poin (dari 70,73 turun menjadi 66,46).

Pilkada dan Pilgub NTT

Menanggapi capaian indeks demokrasi ini, pengamat politik dari Sophia institute, Lasarus Jehamat justru meragukan hasil survei dengan kenyataan demokrasi di NTT saat ini.

Dia juga meragukan bahwa pencapaian demokrasi menurut data BPS ini dapat berdampak baik  bagi kualitas pesta demokrasi pada tahun 2018 mendatang.

“Secara prosedural bisa iya. Tapi secara substansial, saya masih ragu,” katanya saat dihubung VoxNtt.com melalui WhatsApp, Jumat (22/09/2017).

Menurut Jehamat, politik lemah pada partisipasi masyarakat sementara demokrasi kerap dan jelas masih amat prosedural.

“Agak sulit mengatakan bahwa di 2018 nanti, kualitas demokrasi saat kontestasi baik hanya berdasarkan data ini. Ini bisa diakui baik sejauh kualitas secara substansial turut berubah” tegas Jehamat.

BACA: BKH Ajak Masyarakat Turut Berpartisipasi dalam Proses Pembentukan UU

Karena itu, dia berharap agar KPUD harus benar-benar menunjukan watak netral dan bukan independen. Pemerintah juga harus bisa memastikan bahwa warganya ikut pemilukada dan berpartisipasi secara aktif dalam setiap prosesnya.  Demikian pula dengan media massa, harus benar-benar obyektif menyoroti semua perilaku busuk calon pemimpin.

Sementara mengenai peran partai politik, Jehamat menambahkan problem besar demokrasi dan politik kita saat ini ada di parpol.

“Kalau hanya untuk cari duit di partai agak sulit mendapatkan pemimpin yang berbobot” katanya. (VoN).

Kota Kupang
Previous ArticleWarga TTU Inginkan Gubernur Anti Tambang
Next Article Agar Pariwisata Berdampak Positif, Ini Kata Marius Jelamu

Related Posts

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.