Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Puisi-puisi Anna Riantobi
Sastra

Puisi-puisi Anna Riantobi

By Redaksi10 Desember 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Illustrasi (Foto: Kompasiana)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Cinta Kecil Pada Hujan Kecil

Buat : Go

Hujan tumbuh di kepala hatiku

berbulu halus hangat

mericik menjelma daun

dihiasi petir kecil sebelum jatuh di kelopak mata terpencil

 

Dari hujan lahir juga kata

tumbuh bersama batang tubuh yang tersembunyi

berdenyut sunyi sebelum berucap

 

“Cintaku padamu rahasia kecil hujan pada kemarau”

 

Aku mencintaimu

pada garis lurus jalan kecil yang dilintasi sepasang kaki orang-orang kecil

(2017)

 

Minggu Pagi

Burung-burung gereja bersayap putih

berparuh bunyi

hinggap dan berkicau di dahan-dahan doaku

Meski doaku hanya setapak berlumpur jalan ke dusun jauh

 

Doa adalah cinta yang selalu menempuh sunyi

Menjejakan ingatanku padamu

 

Burung-burung gereja berkicau tentang dosa

yang senantiasa diberi ampun

tentang rindu yang selalu memilih jalan setapak

 

Cintaku padamu

kaki telanjang pada tanah-tanah lumpur dusun

(2017)

Rindu 

Setelah hari senja

Menepi juga kau-rindu

Rindu tentangmu memudar seperti aku

dalam debar suara dadamu

 

Rinduku jadi sisa yang sia-sia ketika

air mata enteng bertutur tentang kisahnya

sendiri pada halaman puisi

 

Rindu bagai api-Patahkan aku jadi

potongan debu

Dan kau jadi pergi sebagai ingatan yang

tak selalu sama warnanya

 

Desember pun tua di airmata yang

menggenang

Di hati yang lekang

 

Kau masih hijau kukenang

 

Rinduku selalu bukan jarak

Tapi rasa sebagai bumbu pada masakan

 

Kamu selalu meresap di aku

(2017)

 

Perjalanan

 Ketika senja datang

dengan mata lembab

malam menjatuhkan hujan

di alis mataku

 

Alis mataku-jalan panjang penuh hitam

 

Ketika pagi tiba

dan membawa senyum jerit semesta

Kutegakkan kepala

 

Senyumku-harapan yang selalu berjalan tegak

 

Awan yang berarak jauh

Angkasa yang diam

ialah mimpiku pada garis jalan kecil tak berujung

(2017)

Jarak Yang Terlepas Karena Puisi
Oleh Hengky Ola Sura
Redaksi Seni Budaya Voxntt.com

Pertama, membaca empat puisi dari Anna Riantobi pekan ini adalah membaca kesempurnaan kata yang berderet secara amat bernas.

Diksi yang mengalir dan terkait-mengait meninggalkan keterpesonaan betapa kayanya bahasa ketika ia menjadi serupa puisi.

Yang istimewah dari empat puisi ini adalah rasa rindu yang ditegaskan bukan sebagai jarak yang mneciptakan rasa sakit tapi seumpama bumbu penyedap makananan.

Kedua, empat puisi Anna Riantobi adalah puisi yang tampak sepintas seperti tak ada kelekatan dan kurang berterima tapi justru hadir menciptakan efek sangat mendalam.

Previous ArticlePilkada Nagekeo, Paket PAS Resmi Diusung PDIP
Next Article Amplifikasi Satir Gusty Fahik

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.