Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»Berkat TMMD, Keterisolasian Wilayah Perbatasan RI-RDTL Teratasi
VOX POPULI

Berkat TMMD, Keterisolasian Wilayah Perbatasan RI-RDTL Teratasi

By Redaksi3 Mei 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Mobil milik TNI sementara mencoba melewati jembatan yang dibangun dalam program TMMD. (Foto: Eman Tabean)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT- Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-101 yang digelar oleh Kodim 1618/TTU sejak tanggal 4 April 2018 lalu di wilayah perbatasan RI-RDTL, di desa Inbate, Kecamatan Bikomi Nilulat akhirnya selesai.

Penutupan kegiatan itu ditandai dengan digelarnya upacara penutupan yang dipimpin langsung oleh Kasrem 161 Wira Sakti, Kolonel Czi. Aji Jaya di desa Buk kecamatan Bikomi Tengah pada kamis(03/05/2018).

Nampak wakil Bupati TTU, Aloysius Kobes serta sejumlah pejabat dari Pemda TTU dan juga Komandan Kodim 1618/TTU, Letkol Arm. Budi Wahyono serta Wakapolres TTU, Kompol Rudi Albertus Radja menghadiri upacara  yang digelar di Lapangan SD Buk tersebut.

Saluran irigasi di Persawahan Lil Manu yang sudah dikerjakan oleh TNI dan masyarakat (foto:Eman)

Usai upacara penutupan, dilanjutkan dengan pembagian sembako kepada masyarakat kemudian mengunjungi lokasi pembangunan fisik proyek TMMD.

Pantauan VoxNtt.com sesampai di lokasi, pengerjaannya telah usai dan kesulitan yang dialami oleh warga desa Inbate menuju ke lokasi persawahan Lil Manu teratasi. Sebelumnya warga di desa itu kesulitan karena terhalang sungai dan ketiadaan akses jalan.

Selain jembatan, proyek itu antara lain pembukaan jalan baru sepanjang 2750 meter dan irigasi sepanjang 353 meter di lokasi persawahan Lil Manu, yang dikerjakan secara gotong royong oleh anggota TNI dan masyarakat sejak sebulan lalu.

Kasrem 161 WS Kolonel Czi. Aji Jaya saat diwawancarai awak media di lokasi pembangunan jembatan menjelaskan, sesuai hasil pantauannya, proyek fisik pembangunan jembatan, pembukaan jalan baru serta irigasi sudah selesai dilakukan dengan baik berkat kerja keras dan kerja sama yang baik antara TNI dan masyarakat.

Ruas jalan yang sudah selesai dibangun dalam program TMMD ke 101. (Foto: Eman)

“Sesuai hasil pantauan, untuk jembatan dengan ukuran 4 meter x 6 meter, pembukaan jalan baru sepanjang 2750 meter dan juga irigasi sepanjang 353 meter sudah selesai dikerjakan 100 persen,” tutur Kolonel Aji.

Masih Kolonel Aji, jalan baru yang sudah dibuka oleh pihaknya saat ini masih harus ada peningkatan lagi.

Sehingga ia berharap agar adanya intervensi dari Pemda TTU, sehingga ruas jalan yang sudah dibangun dapat bertahan lama dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Proyek fisik yang sudah ada hendaknya dapat dirawat dengan baik oleh masyarakat dan juga pemerintah desa, tapi kita berharap ada intervensi dari Pemda TTU sehingga ruas jalan yang sudah dibuka dapat ditingkatkan lagi,” ungkap Sang Kolonel.

Sementara itu, Wakil Bupati TTU, Aloysius Kobes kepada awak media mengaku, sangat mengapresiasi langkah positif yang sudah dilakukan oleh TNI di Kodim TTU.

Menurutnya, dengan adanya tiga proyek fisik yang sudah selesai dikerjakan tersebut, pengeluhan warga terkait akses transportasi menuju ke lokasi pertanian di Lil Manu akhirnya bisa teratasi.

Sementara terkait ruas jalan yang sudah dibangun, lanjut Wabup Alo, itu merupakan ruas jalan usaha tani. sehingga pihaknya akan mendorong pemerintah desa setempat agar bisa mengalokasikan dana guna peningkatan ruas jalan dimaksud.

“Ini kan ruas jalan usaha tani. Jadi, pastinya kita akan dorong pemerintah desa untuk alokasikan dana desa untuk peningkatan ruas jalan dengan pembangunan saluran drainase agar jalan itu tidak mudah rusak saat musim hujan,” tuturnya.

Penulis: Eman Tabean

Editor: Boni J

TTU
Previous ArticleMerayakan Kelulusan dengan Aksi Coret Seragam Masih Marak di Nagekeo
Next Article Gelar Seminar Budaya, Prodi Sejarah Uniflor Hadirkan Pemateri Asal Inggris

Related Posts

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.