Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Miliki Potensi, Produksi Garam di Sikka Masih Terbatas
Regional NTT

Miliki Potensi, Produksi Garam di Sikka Masih Terbatas

By Redaksi1 Desember 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Sikka, VoxNtt.com-Meskipun garam merupakan bagian dari pangan yang dikonsumsi setiap hari termasuk oleh masyarakat Kabupaten Sikka namun produksi garam di Sikka dinilai masih terbatas.

Ketua Bidang Perindustrian Dinas Industri dan Perdagangan Sikka, Yance Padeng, mengatakan Sikka membutuhkan pengembangan industri garam lokal.

“Selama ini produksi garam lokal kita hanya ditopang oleh tambak garam milik PT. Krisrama di Nangahale dan kapasitas produksinya rata-rata 10 ton garam kasar per bulan,” ungkap Yance saat ditemui di ruangan kerjanya pada Rabu, (30/11).

Menurutnya, jumlah itu masih kurang dibandingkan kebutuhan garam di Sikka. Sampai saat ini masih ada banyak garam dari luar yang masuk di Sikka termasuk untuk kebutuhan rumah tangga.

Lebih jauh menurut dia, Sikka memiliki potensi pengembangan industri garam salah satunya adalah laut yang jernih. Namun, masih ada kendala lain yakni soal ketersediaan lahan.

“Tahun lalu pernah ada investor yang ingin berinvestasi namun terkendala lahan karena ditolak oleh warga pemilik lahan di Tanjung Darat, Kecamatan Talibura,” ungkapnya.

Menurutnya, investor tersebut membutuhkan 20 Ha lahan dengan kapasitas produksi 200 ton per bulan. Oleh karenanya, pihaknya ingin mengembangkan industri garam.

“Kita bisa mendorong usaha kecil menengah untuk produksi garam dengan melalui kelompok-kelompok masyarakat namun harus dipastikan terlebih dahulu soal lahan,” tegasnya.

Selanjutnya, pemerintah dapat menyediakan teknologinya seperti teknologi geomembran yang digunakan di Nangahale.

Ketika ditanyai soal produksi garam halus tradisional di Kampung Garam, Yance mengatakan pihaknya belum memperhatikan secara khusus.

“Produksinya masih tradisional dan belum ada iodisasi karena itu kita harus dorong” pungkasnya

Sementara itu, Ketua Bidang Perdagangan, Kelemensia ketika ditanyai terkait jumlah garam halus  yang beredar di pasar setiap bulanya, ia mengatakan pihaknya belum memiliki data tersebut.

Namun  menurutnya ada dua jenis garam halus yang beredar yakni garam Cap Kapal dengan harga Rp 5000 per 250 gr dan garam lokal dengan harga Rp 10000 per kg. (Are/VoN)

Foto Feature: Garam hancur dan garam kasar dalam wadah baskom dan anyaman “lepong” yang dijual pedagang di Pasar Alok, Maumere (Are/VoN)

Sikka
Previous ArticleUnjuk Rasa 212, MUI Borong Pilih Berdoa di Rumah
Next Article Ini Pesan Sejuk Uskup Ruteng Soal Demo 212

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.