Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN»UNIPA Lakukan Tes Urin Mendadak Terhadap Dosen dan Pegawai
PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

UNIPA Lakukan Tes Urin Mendadak Terhadap Dosen dan Pegawai

By Redaksi25 September 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Para dosen UNIPA menjalani tes narkoba pada Senin (24/9/2018). (Foto: Are de Peskim)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT– Universitas Nusa Nipa melakukan drug test atau tes narkoba terhadap dosen dan pegawai.

Tes urin dengan metode rapid test tersebut sengaja dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban publik menyusul tertangkapnya salah seorang dosen akibat kepemilikan ganja.

“Hari ini menyikapi musibah yang menimpa salah dosen kami, sebagai langkah etika moral, perlu melakukan tindakan strategis untuk menunjukkan kepada publik bahwa lembaga ini melawan dengan keras tindakan melanggar UU 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” tegas Wakil Rektor I, Dr. Jonas K.G.D. Gobang, S.Fil, MA di Aula Nawacita pada Senin (24/09/2018).

Ditambahkannya, drug test rapid test urine tersebut untuk memastikan para dosen dan pegawai di UNIPA tidak menggunakan narkoba jenis apa pun.

“Ini bukan hal baru. Setiap dosen pada awal mengajukan permohonan menjadi dosen pun wajib menunjukkan Surat Keterangan Bebas Narkoba,” terangnya.

Bila ada dosen atau pegawai yang teridentifikasi menggunakan narkoba maka UNIPA akan memberikan sanksi berat.

Sementara itu, dr. Iwan Nugroho dari Laboratorium Klinik Mahardika yang dipercaya melakukan tes menerangkan ada 6 parameter yang digunakan.

Enam parameter tersebut yakni TAC (zat aktif dalam ganja), amphetamine, methamphetamine, benzodiacefic dan Coc.

“Ini menggunakan sampel urin sewaktu jadi tidak perlu puasa,” terangnya.

Pantauan VoxNtt.com ratusan dosen dan pegawai mengikuti tes urin. Dosen dan pegawai laki-laki mendapatkan giliran pertama untuk diperiksa.

Penulis: Are De Peskim

Editor: Irvan K

Sikka Unipa
Previous ArticleHari Tani Nasional, DPRD NTT Dapat Hadiah Hasil Tani
Next Article Kadis PK Matim Tuding Guru Curi Stempel Ternyata Hoaks

Related Posts

Seminari Kisol Luncurkan Renstra 2026–2031 untuk Hadapi Tantangan Era VUCA

5 Maret 2026

Renstra 2026–2031 Jadi Momentum Pembenahan Seminari Pius XII Kisol

5 Maret 2026

Seminari Pius XII Kisol Susun Renstra 2026–2031, Fokus pada Penguatan Kesehatan, Gizi, dan Tata Kelola

5 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.