Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Pemkab Ende Target Eliminasi Malaria Tahun 2022
KESEHATAN

Pemkab Ende Target Eliminasi Malaria Tahun 2022

By Redaksi14 November 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Reporter RRI, Dessy Natalia sedang memimpin dialog tentang target eliminasi malaria tahun 2022 (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Bupati Ende, Marselinus Y.W. Petu mengatakan, pemerintah menargetkan tahun 2022, penyakit malaria tereliminasi. Bupati menyatakan ini karena komitmen bersama yang sudah tertuang dalam RPJMD.

Bupati Marsel menjelaskan, bahwa bebas malaria akan terwujud jika komitmen bersama pemerintah berjalan secara struktural dan masif. Selain itu, perlu juga ada dorongan anggaran dari DPRD Ende, sehingga komitmen Ende bebas malaria pada tahun 2022 dapat berjalan secara maksimal.

“Harus juga ada legitimasi dan pengakuan masyarakat untuk sama-sama menyerang malaria,”ucap Bupati Marsel dalam acara dialog HKN yang dipimpin Reporter RRI Ende Dessy Natalia di Desa Loboniki, Kecamatan Kotabaru, Selasa (13/11/2018).

Untuk menuju itu, kata Bupati, gerakan masyarakat peduli malaria harus benar-benar dilaksanakan untuk tidak mengganggu sektor lain, seperti sektor pariwisata.

Ia memberi contoh, jika siklus penyakit malaria tak berubah maka akan berdampak pada wisatawan yang berkunjung ke Ende.

“Kalau wisatawan mengetahui bahwa Ende darurat malaria, maka akan sangat berdampak. Wisatawan akan tidak berkunjung ke Ende,”katanya.

Untuk itu Bupati berharap, pelaku kesehatan dapat bekerja secara maksimal terutama bergandeng bersama masyarakat.

Sementara Wakil Ketua DPRD Ende, Emanuel Erikos Rede menegaskan bahwa, mesti ada parameter atau alat ukur oleh pemerintah terhadap potensi malaria di Kabupaten Ende.

Hal itu dilakukan sebagai indikator untuk menentukan perkembangan atau penyebaran potensi penyakit malaria. Selain itu, ia mengusulkan agar pemerintah bergandeng bersama masyakarat dan kelompok peduli sehat untuk bersama berantas malaria.

“Mesti ada parameternya sehingga kita juga mengetahui seberapa perkembangan malaria di Ende,”kata dia.

Pada sisi anggaran, Emanuel berkomitmen bahwa DPR dapat memberikan anggaran secukupnya. Namun, yang terpenting adalah bekerja sama untuk mengidentifikasi wilayah berpotensi malaria.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, dr. Muna Fatma menjelaskan, upaya untuk mengeliminasi penyakit malaria, pihaknya membentuk beberapa kelompok sasaran baik ibu rumah tangga maupun anak-anak. Kelompok itu yakni “Mama Mala” dan “Anak Jentik”.

“Selain itu, dibentuk pula tim peduli malaria mulai dari tingkat kabupaten hingga kecamatan. Perlu juga ada fasilitator peduli malaria yang diperan langsung oleh masyarakat. Karena masyarakat menjadi sasaran terserang penyakit malaria,”kata dr. Fatma dalam dialog.

Ia menjelaskan, pada tahun 2019, Ende menuju bebas malaria sudah masuk pada zona hijau. Sebab angka yang diperoleh saat ini mencapai 0,6 atau dibulatkan 1.

Sehingga pada tahun 2020, kata dia, bisa ada perubahan menuju zona putih. Ia berharap kerja sama dan komitmen bersama untuk memberantas malaria.

“Tantangan terbesar adalah komitmen. Kalau semua komponen berkomitmen maka target eliminasi bisa dipercepat pada tahun 2020,”katanya.

“Untuk mengetahui bebas malaria maka akan dilakukan tes oleh lembaga independen. Target kita akan mendapatkan sertifikat bebas malaria tahun 2020,”kata dr. Fatma disambut tepuk tangan peserta.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende
Previous ArticleGusti Brewon: Pemkot Urus Air PDAM Dulu, Sebelum Urus ‘Air Mani’
Next Article Ini 8 Peserta Test CPNS di TTU yang Mencapai PG

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

NTT Dapat 7 Dokter Spesialis di Batch Ketiga, Pemprov Siapkan Skema Penempatan dan Dukungan Pengabdian

27 Februari 2026
Terkini

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.