Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Calon DPRD NTT Jaring Keluhan Ojek dan Penjual Sayur
Pilkada

Calon DPRD NTT Jaring Keluhan Ojek dan Penjual Sayur

By Redaksi15 Februari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Hendrik Tanoni, calon DPRD NTT nomor urut 1 dari Partai Hanura, Dapil TTS saat berdialog dengan penjual sayur di Pasar Inpres SoE, Jumat (15/02/2019) (Foto: L. Ulan/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

SoE, Vox NTT- Hendrik Tanoni, calon anggota DPRD Provinsi NTT dari Partai Hanura Dapil TTS tampak berdialog dengan tukang ojek dan penjual sayur di Pasar Inpres SoE, Jumat (15/02/2019) pagi.

Calon nomor urut 1 itu saat diwawancarai VoxNtt.com mengatakan, sebagai calon legislatif dirinya perlu mengetahui kondisi sebenarnya yang dialami masyarakat TTS.

Menurut Tanoni, langkah mengunjungi para tukang ojek dan penjual sayur di pasar adalah untuk melihat langsung geliat ekonomi masyarakat.

“Apa keluhan, apa hambatan yang dialami para pelaku ekonomi yang tergolong usaha kecil ini. Sebagai caleg kita perlu tahu apa persoalan mereka,” ujarnya.

Dalam beberapa kali dialog di Pasar Inpres SoE, Tanoni mengaku, para penjual sayur maupun tukang ojek masih terkendala dalam memeroleh modal usaha.

Oleh karena itu, pihaknya meminta agar dana KUR (Kredit Usaha Rakyat) harus benar-benar disosialisasikan dan dikucurkan kepada mereka yang membutuhkan modal usaha.

“Para penjual sayur mengaku menjual sayur selain untuk keperluan makan dan minum namun juga untuk sekolahkan anak. Tentu harus ada kredit lunak yang bisa membantu mereka,” jelasnya.

Para tukang ojek juga, jelas Tanoni, mengaku belum memilki pangkalan yang disiapkan khusus.

“Sehingga kadang para tukang ojek ini harus mangkal di ruas jalan maupun di depan toko dan kios,” katanya.

Anacy Biliu, penjual sayur asal Hane kepada Tanoni mengaku berjualan sayur dengan modal sendiri.

Anacy mengaku pinjaman koperasi harian dan mingguan bunganya sangat tinggi.

Walau demikian, dia terpaksa harus meminjam demi melancarkan usaha jualan sayurnya.

 

Penulis: L. Ulan
Editor: Ardy Abba

Hendrik Tanoni TTS
Previous ArticlePersiapkan Barisan Kader Muda, PMKRI Kupang Gelar LKK
Next Article Unwar Bali Gelar Promosi dan Sosialisasi di Labuan Bajo

Related Posts

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

PMKRI Ruteng Datangi Bawaslu Manggarai, Soroti Politik Uang hingga Hak Pilih Disabilitas

13 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.