Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Gunakan Mobil Dinas untuk Berbisnis, Camat Mutis TTU Bakal Diperiksa
NTT NEWS

Gunakan Mobil Dinas untuk Berbisnis, Camat Mutis TTU Bakal Diperiksa

By Redaksi22 Februari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Penjabat Sekda Kabupaten TTU, Fransiskus Tilis saat ditemui VoxNtt.com usai membuka kegiatan di restoran Litani, Jumat 22 Februari 2019 (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT-Kristoforus Abi, Camat Mutis Kabupaten TTU diduga kuat selama ini menggunakan mobil dinasnya untuk kepentingan bisnis.

Mobil dinas dengan nomor polisi DH 8013 YB itu digunakan oleh Camat Kristoforus untuk memuat lombok yang dibeli dari warganya di Kecamatan Mutis ke Kota Kefamenanu.

Lombok tersebut setibanya di Kota Kefamenanu akan dibawa lagi ke pasar setempat menggunakan mobil pribadi Camat Kristoforus untuk dijual lagi.

Hal itu juga diakui sendiri oleh Camat Kristoforus saat diwawancarai wartawan di kediaman pribadinya yang terletak di Kelurahan Kefa Utara Kecamatan Kota Kefamenanu, Kamis (21/02/2019).

Baca Juga: Oknum Camat di TTU Diduga Gunakan Mobil Dinas untuk Kepentingan Bisnis

Sementara itu penjabat sekretaris daerah (Sekda) TTU, Fransiskus Tilis saat ditemui VoxNtt.com usai membuka kegiatan di Restoran Litani, Jumat (22/02/2019), mengaku hingga saat ini dirinya belum mendapatkan informasi resmi terkait polemik mobil tersebut.

Meski begitu, Kepala Bapegdiklat kabupaten TTU itu berjanji akan segera melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Camat Kristoforus terkait informasi adanya dugaan penyalahgunaan mobil dinas tersebut.

“Memang saya juga baru dengar dan ada teman-teman yang kasih tunjuk foto oto itu sementara jalan dengan muatan penuh jadi pastinya yang bersangkutan (Camat Kristoforus) akan kita panggil,” tegas mantan Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah TTU itu.

“Kita juga belum konfirmasi ke pak bupati, kita masih cari waktu untuk sampaikan ke pak bupati terkait kondisi Camat Mutis itu,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika benar terbukti maka pihaknya pasti akan mengambil tindakan tegas.

Itu lantaran tindakan yang dilakukan oleh Camat Kristoforus jelas melanggar ketentuan yang diatur dalam PP 53 tahun 2010 berkaitan dengan disiplin penggunaan kendaraan dinas.

“Semua ada sanksinya karena ini berkaitan dengan disiplin penggunaan mobil dinas, disiplin jam masuk dan keluar kantor, semua sudah ada dalam PP 53,” tandasnya.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

Camat Mutis TTU
Previous ArticleIni Kata DPD PKS Soal Rencana Sandiaga Uno Datang ke Ende
Next Article Meski Longsor Tahun 2017 Lalu, Jalur Ketang-Gelong Tak Dihiraukan Pemkab Manggarai

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.