Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Orang Malas dan Tukang Tipu Sulit Menjadi Manusia Sukses
Ekbis

Orang Malas dan Tukang Tipu Sulit Menjadi Manusia Sukses

By Redaksi25 Februari 20194 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Suasana diskusi bulanan Vox Point NTT di Centrum, Kayu Putih, Kota Kupang (Foto: Febry/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Manusia-manusia bodoh, malas dan tukang bohong atau gemar menipu, jangan pernah membayangkan diri akan menjadi manusia sukses melalui cara itu.  Formula ini, berlaku universal, baik untuk kegiatan ekonomi bisnis, sosial maupun politik.

Demikian sari pati diskusi tiga jam tentang Pemberdayaan Ekonomi Umat Koperasi dan UMKM yang digelar Vox Point NTT, di Centrum Mahasiswa, Kupang, Minggu (24/2/2019) petang.

Diskusi bulanan ini digelar sebagai salah bentuk kegiatan diskursus  dalam kerangka mendorong kesadaran politik, ekonomi dan sosial rakyat di lingkungan NTT.

Hadir dalam diskusi ini, Ketua Vox Point NTT, drg. Dominikus Mere,  Sekretaris Ir. Herman Seran, MSc, tokoh politik Felix Pullu, academicus Undana DR. Philipi de Rozari, Pimpinan Media Online VoxNtt.com, Irvan Kurniawan dan Bonny Jehadin, Pius Rengka serta Moderator Vox NTT, RD Maxi Un Bria.

Diskusi mendalam digelar dengan tuntunan pemantik diskusi Drs. Vincent Repu, MA, dan Ir. Alex Lamba.

Viencent Repu, staf pengajar Fakultas Ekonomi Unwira sekaligus Ketua Koperasi Adiguna Kupang, dan Ir. Alex Lamba pengusaha NTT sama berpendapat bahwa tiadak ada satu pun bisnis dan aktivitas politik yang dikerjakan melalui cara malas, bodoh dan serial penipuan.

Dalam pandangan Vincent Repu, ekonomi umat kristiani di NTT hanya akan mungkin bergerak ke depan manakala mereka sanggup menolong diri sendiri bersama orang lain.

Menolong diri sendiri bersama orang lain artinya, para umat kristiani akan berekonomi kuat melalui salah satu jalan terbaik yaitu koperasi, selain bisnis individual yang digerakkan dengan semangat kerja keras, disiplin dan fokus.

Menurut Vincent Repu, mengikuti koperasi sangat disarankan karena sesungguhnya anggota koperasi di mana pun akan segera terhubungkan dengan jaringan ekonomi yang bersifat lokalistik, nasional, regional bahkan global.

Jaringan ekonomi itu tumbuh dan berkembang sudah merambah ke seluruh pelosok daerah, propinsi, negara dan para negara persemakmuran dan dunia.

Sambil menunjukkan kecenderungan peta ekonomi  global, Vincent Repu, mengutip thesis pokok yang pernah dikemukan Tinbergen (1959) yang menyebutkan, pada masa depan kaptalisme akan bertemu dengan sosialisme. Itu artinya kapitalisme tidak akan mungkin kuat berjalan sendirian tanpa semangat sosialisme yang kuat pula.

Harus Punya Kapasitas

Ir. Alex Lamba menyatakan dengan tegas bahwa ekonomi umat kristiani pada dirinya sendiri menuntut hadirnya manusia yang memiliki kapasitas terandalkan.

Kapasitas yang dimaksudkan, demikian Alex, antara lain, pelaku bisnis memiliki tabiat jujur, kerja keras, tekun, bersikap hemat dan memiliki bawaan tanggung jawab sosial sebagai pemaknaan paling realistis dari ajaran Kristus.

“Sulit dibayangkan bisnis dan ekonomi dikerjakan oleh manusia malas, bodoh, suka tipu, dan bersikap boros,” ujar Alex.

Menurutnya, bawaan pribadi manusia sukses itu tampak jelas karena prasyarat sukses tampak melalui kapasitas individual yang kuat.  Dikatakan, Anda tidak akan menghargai uang bernilai satu miliar jika tak sanggup menghargai uang satu rupiah.

Karena itu Alex menilai, tak ada etnik di dunia ini yang terpanggil secara kodrati menjadi manusia miskin dan bodoh,kecuali ada manusia yang bodoh, malas, tidak disiplin dan tukang tipu. Untuk mengembangkan usaha, akan sangat sulit dikerjakan oleh manusia dengan tabiat seperti itu.

Pengembangan usaha membutuhkan kapital (individu maupun modal di luar manusia) seperti system banking, koperasi dan fasilitas. Umumnya banyak pengusaha yang ingin mengembangkan usahanya dengan utang di bank dalam kerangka memaksimalkan kapsitas yang tersedia. Setelah itu, biasanya para pengusaha itu mencari jalan politik dalam kerangka mendapatkan fasilitas.

“Karena itu saya sama sekali tidak percaya dengan ungkapan ada tokoh politik yang sudah selesai dengan dirinya sendiri. Itu omong kosong paling besar,” ujar Alex.

Alex menyarankan agar untuk menjadi pengusaha yang baik, anggota umat  tidak perlu dan tidak boleh malu. Karena malu tidak dibutuhkan dalam bisnis. Yang dibutuhkan dalam bisnis adalah untung yang diroses melalui kepercayaan yang tinggi dari banyak pihak. Seseorang dipercaya karena dia jujur dan cakap.

Dalam kasus umat kristiani di NTT, menurut pengamatan dua cendekiawan Vox NTT ini, banyak orang di NTT ini suka omong banyak, tetapi kurang banyak berbuat.

Menurut rencana diskusi rutin bulanan ini akan kembali digelar medio Maret 2019 dengan topik politik. Rencananya, yang bakal menjadi pemantik diskusi adalah Jenderal Goris Mere dan seorang rohaniwan.

Penulis: Febrina I Rengka

Editor: Eka

Kota Kupang Vox Point NTT
Previous ArticleWartawan Tempo Berkisah tentang Mafia di Balik Kematian TKI asal NTT
Next Article Jangan Jadi Orang Katolik Jika Tak Mampu Memelopori Perubahan

Related Posts

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.