Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Kunjungi Malaka, Laiskodat: Garam adalah Emas Putih bagi NTT
Ekbis

Kunjungi Malaka, Laiskodat: Garam adalah Emas Putih bagi NTT

By Redaksi27 Maret 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat Saat Meninjau Tambak Garam di Weoe Malaka, Selasa 26 Maret 2019. (Dok : Humas Provinsi NTT).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Dalam rangka mendukung pengembangan garam di Kabupaten Malaka, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat memerintahkan investor, melanjutkan pembangunan yang sempat terhenti karena ada protes dari sebagian masyarakat.

Menurutnya, kualitas garam NTT merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia.

“NTT punya pantai yang relatif bersih. Juga musim hujannya relatif sedikit dan musim panasnya panjang. Sehingga garam yang kita hasilkan betul berkualitas dan punya nilai ekonomis tinggi. Kehadiran saya sebagai Gubernur merupakan momentum bagi kebangkitan NTT khususnya masyarakat di Kabupaten Malaka untuk meningkatkan kesejahteraannya melalui produksi garam. Garam adalah emas putih bagi NTT,” kata Viktor di sela-sela kunjungan di Desa Weoe, Malaka, Selasa (26/3/209) kemarin.

Ia mengatakan, selama ini Provinsi NTT kalau ke Jakarta selalu meminta bantuan dari pemerintah pusat.

Baca:

  • Pius A Bria Soroti Pemda Malaka Terkait Pelaporan Tiga Aktivis
  • Aktivis Peduli Mangrove Malaka Dilaporkan ke Polisi

“Di masa kepemimpinan saya, NTT harus memberi. NTT harus bisa menyumbang  1 juta metrik ton untuk memenuhi kebutuhan garam secara nasional. Karena selama ini secara nasional, kita masih mengimpor 3,7 juta metrik ton. Karena itu, produksi garam kita sudah memiliki pasar yang jelas,” tegasnya.

Dalam menjalankan pembangunan lanjut dia, pasti ada kelompok yang pro dan kontra. “Terhadap suatu kebijakan, pasti tidak semuanya setuju. Kalau ada yang demo atau kontra itu wajar saja. Seorang pemimpin harus berpikir out of the box, untuk mencari jalan keluar atau solusinya,” katanya.

Seorang pemimpin, kata dia, tidak hanya bekerja atau berjalan sesuai aturan tetapi harus mampu berjalan jauh di depan aturan. Itu harus punya solusi alternatif terhadap berbagai kendala yang dihadapi.

“Yang paling utama, kepentingan masyarakatlah yang didahulukan. Saya mengimpikan untuk mengembangkan potensi yang ada di NTT untuk kepentingan masyarakat NTT. Mari kita kerja. Papua punya emas tetapi suatu saat akan habis. Tapi NTT punya laut yang tidak akan habis sampai akhir jaman. Mari kita songsong Malaka baru tidak hanya dari revolusi pertanian tapi juga kita kembangkan emas putih yaitu garam,” tandasnya.

Terpisah, Bupati Malaka Stef Bria Seran mengajak pihak-pihak yang menentang pembangunan tambak garam di Malaka untuk duduk bersama pemerintah.

“Saya ajak kita semua untuk duduk bersama, jika ada pihak yang merasa dirugikan. Pemerintah tentu bekerja demi kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur operasional PT Inti Daya Kencana (IDK), YohanisTarigan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Viktor yang telah datang dan memerintahkan pihaknya untuk melanjutkan pekerjaan tambak garam.

“Wilayah operasional yang dikembangkan sudah 28 hektar dari total 300 hektar. Dari total lahan yang ada, kami bisa menghasilkan 700 ribu metrik kubik garam industri. Juga kami melibatkan tenaga kerja lokal sehingga dapat meningkatkan tara hidup masyarakat di Kabupaten Malaka,” ucapnya.

Penulis: Tarsi Salmon

Editor : Boni J

Kota Kupang Stef Bria Seran Tambak garam Malaka Viktor Laiskodat
Previous ArticleOmega Tahun Dinilai Ngawur Sikapi Kunker HH di TTS
Next Article SMKN 1 Welak Gelar UNBK Perdana

Related Posts

Bupati Ngada Cabut SK Pengangkatan Sekda

17 Maret 2026

DKPP Manggarai Barat Gelar Gerakan Pangan Murah Jelang Idul Fitri

17 Maret 2026

Bank Mandiri Lampaui Target Penyaluran KUR di NTT pada 2025

16 Maret 2026
Terkini

Jalan Hotmix Baru Sepekan Rusak, Proyek Rp18 Miliar di Nagekeo Disorot

18 Maret 2026

Tembok Belakang RS Pratama Reo Roboh, Anggaran Rp41 Miliar Dipertanyakan

18 Maret 2026

Video MBG Diduga Busuk di Reok Viral, DPRD Minta Evaluasi SPPG

18 Maret 2026

Cerpen: Dermaga Kesetiaan di Rahim Bintuni

17 Maret 2026

Bupati Ngada Cabut SK Pengangkatan Sekda

17 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.