Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Singgung Paket Sardon dalam Polemik Tapal Batas Matim-Ngada, Frans Sarong Angkat Bicara
Regional NTT

Singgung Paket Sardon dalam Polemik Tapal Batas Matim-Ngada, Frans Sarong Angkat Bicara

By Redaksi12 Juli 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Alfred Tuname
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Opini yang ditulis Alfred Tuname, di media Beritaflores.com dengan judul “Framing Politik Atas Masalah Batas Matim-Ngada” pada 8 Juli 2019 lalu, kini ramai dibahas di berbagai group facebook dan WhatsApp.

Terpantau opini itu kini sudah dilihat lebih dari 1000 kali. Salah satu hal yang hangat didiskusikan dari opini itu, yakni pencatutan nama paket Sardon (Frans Sarong-Kasmir Don) pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Manggarai Timur (Matim) pada 2018 lalu.

Dalam opini itu, Alfred menulis nama Yon Lesek tampak pernah jadi “timses” diaspora untuk Paket Sardon di Pilkada Matim 2018. Komentar-komentarnya di medsos cukup kuat mengangkat figur Fransiskus Sarong.

Screenshot opini Alfred Tuname di beritaflores.com

Alfred juga menulis, mungkin kekalahan di Pilkada Matim 2018 membuat Yon Lesek begitu traumatik, lalu terjun bebas ke dalam kolam barisan tim sakit hati.

Menanggapi hal itu, Frans Sarong yang juga merupakan peserta pemilihan umum (Pemilu) pada 2018 lalu itu angkat bicara.

“Jika ingin menulis maka harus memiliki data yang benar-benar akurat,” ujar Frans Sarong kepada VoxNtt.com, Jumat (12/07/2019) sore.

Selain itu, mantan wartawan senior media Kompas itu mengatakan ada tiga poin penting yang perlu diketahui oleh publik terkait opini yang ditulis Alfred pada beberapa waktu lalu.

Pertama, Frans mengaku tidak pernah berinteraksi dengan saudara yang bernama Alfred Tuname.

Kedua, dirinya tidak pernah ikut nimbrung dalam diksusi masalah perbatasan Matim-Ngada, setelah bupati Manggarai Timur, Agas Andreas dan beberapa pejabat lainnya menandatangani Berita Acara (BA) kesepekatan tapal batas beberapa waktu lalu di Kupang.

Ketiga, dirinya mengaku mengenal Yon Lesek sebagai pelaku media. Namun perlu diketahui Yon tidak pernah menjadi tim sukses Sardon pada pemilihan kepala daerah pada 2018 lalu.

“Kembali lagi saya tegaskan bahwa Yon Lesek tidak pernah menjadi tim sukses Sardon. Kalau mengenalnya sebagai pelaku media iya, saya kenal baik dia,” ujarnya.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur
Previous ArticleIroni di Desa Wae Renca: Aparat Desa Dapat Rumah, Warga Miskin Merintih (2)
Next Article Adu Nyali Tinju Adat Suku Nataia di Boanio

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.