Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Sidang Perdana DPRD Sikka Bubar, Surat Undangan Palsu Jadi Penyebab
Regional NTT

Sidang Perdana DPRD Sikka Bubar, Surat Undangan Palsu Jadi Penyebab

By Redaksi3 September 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sejumlah anggota DPRD Sikka periode 2019-2024 bersama pendamping saat pelantikan pada 26 Agustus 2019 lalu. (Foto: Are De Peskim/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Langkah awal DPRD Sikka periode 2019-2024 harus tercoreng. Pasalnya, sidang perdana dengan agenda Pembahasan Tata Tertib Senin (2/9/2019) bubar di tengah jalan. Penyebabnya adalah surat undangan yang diduga palsu.

Ihwal surat undangan palsu tersebut merujuk pada tanda tangan pimpinan sementara, Donatus David yang dinilai berbeda dari tanda tangan pada surat-surat lainnya.

Akibatnya, beberapa wakil rakyat terutama dari Gerindra dan Perindo protes dan menuntut sidang dibubarkan dan dijadwalkan ulang.

Donatus David yang memimpin sidang mengaku saat surat dikeluarkan dirinya sedang berada di luar kota.

“Saya sedang di luar daerah. Saya mengizinkan tanda tangan saya di-scan entah mengapa hasilnya berbeda,” terang Donatus.

Terkait hal itu, anggota DPRD dari Gerindra, Merison Botu mengaku kecewa terhadap pimpinan.

“Rapat tidak bisa dilaksanakan karena ilegal, harus ditunda sampai benar-benar ada undangan yg ditandatangi pimpinan sementara. Kami kecewa karena pimpinan bisa ambil sikap gegabah seperti ini,” tegasnya kepada VoxNtt.com pada Senin (2/9/2019) via WhatsApp.

Menurutnya hal seperti itu tidak harus terjadi pada sidang perdana.

“Saya kecewa dengan pimpinan sementara yang mencederai lembaga ini dengan membiarkan oknum-oknum tidak bertanggungjawab memanipulasi tanda tangan,” tandas politisi asal Nita tersebut.

Senada dengan Merison, Anton Bata dari Partai Hanura pun mengaku kecewa.

Menurutnya Sekretariat DPRD perlu mengeluarkan surat undangan untuk rapat pembahasan karena surat undangan yang dikeluarkan sebelumnya tidak sah.

“Karena terjadi pemalsuan tanda tangan Pak Ketua Sementara sekarang kita lagi menunggu jadwal, entah besok atau lusa kita pun belum tahu,” ujar Anton.

Penulis: Are De Peskim
Editor: Ardy Abba

DPRD Sikka Sikka
Previous ArticleDPRD Belu Pertanyakan Pemotongan Hak Penari Likurai
Next Article Wajah Baru di DPRD Manggarai

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.