Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Produksi Beras Mautenda dan Ekoleta Kurang, Bulog Pertimbangkan Bisnis
Ekbis

Produksi Beras Mautenda dan Ekoleta Kurang, Bulog Pertimbangkan Bisnis

By Redaksi14 Oktober 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Inilah contoh kemasan beras Mautenda Ende (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Perum Bulog Sub Drive Ende masih mempertimbangkan sisi bisnis untuk menyerap dan memasarkan beras Mautenda di Kecamatan Wewaria dan beras Ekoleta di Kecamatan Detusoko. 

Pasalnya, angka produksi beras petani belum dapat memenuhi permintaan bulog.

“Sebenarnya kami siap menerima tapi memang produksi kecil. Belum bisa memenuhi permintaan kita, 10 sampai 20 ton. Kalau produksinya dibawah satu ton, secara bisnis kita rugi,” ungkap Kepala Bulog Ende, Stephanus Kurniawan di ruang kerjanya, belum lama ini.

Ia menerangkan, Bulog Ende sesungguhnya punya niat untuk membeli beras premium. Niat itu muncul sejak acara launching beras Mautenda dan beras Ekoleta baru-baru ini.

Bulog Ende, kata dia, pada dasarnya ingin membantu masyarakat terutama para petani yang memproduksi beras.

Hal ini agar para petani tidak kesulitan untuk memasarkan hasil produksinya.

“Selama ini memang hanya menerima beras Mbay, Kabupaten Nagekeo. Karena kebutuhan permintaan dipenuhi bahkan lebih dari 20 ton. Kemudian kualitasnya juga baik,”katanya.

Selain jumlah produksinya berkurang, Stephanus mengusulkan agar beras-beras yang diproduksi di wilayah Kabupaten Ende tetap menjaga kualitas. Hal ini ditegaskan karena sebagai standar permintaan bulog.

“Kita minta mereka juga jaga kualitasnya karena itu adalah standar. Soal harga, sejauh ini beras premium bisa dikendalikan. Setidaknya bisa siapkan 20 ton supaya kita beli,” tutur Stephanus.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Bulog Ende Ende
Previous ArticleKampus Pinocchio
Next Article Pilih Pimpinan Komisi DPRD TTU, Fraksi NasDem “Tidak Berkutik”

Related Posts

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026

Kapal Pesiar Mewah Bawa 1.300 Turis Singgah di Kupang, Travel Agen Siapkan Tiga Destinasi

23 Februari 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.