Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Dana PKH Diduga Mengendap di Dinsos Matim
Regional NTT

Dana PKH Diduga Mengendap di Dinsos Matim

By Redaksi2 Maret 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Sudah lebih dari dua bulan dana insentif pendamping sosial Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Manggarai Timur (Matim) belum juga diterima.

Dana insentif yang diperuntukan kurang lebih 80 orang anggota PKH itu diduga mendendap di Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Timur (Matim).

Kepada VoxNtt.com, Senin (02/03/2020) Amandus Tukeng pendamping Sosial PKH di wilayah Desa Colol, Wangkar Wel dan Wejang Mali, Kecamatan Poco Ranaka Timur menyampaikan rasa kekecewaannya.

“Mewakili teman-teman pendamping sosial PKH, saya menyampaikan rasa kecewa terhadap pihak Disos Matim yang telah mengabaikan hak kami sebagai pendamping,” keluhnya.

Dikatakannya, dana insentif daerah untuk bulan Oktober-Desember tahun 2019, yang semestinya merupakan hak pendamping sosial PKH, namun belum juga dibayarkan.

Tukeng mengaku selama ini para pendamping hanya menerima janji-janji belaka, bahwa uang insentif tersebut akan dibayar pada pertengahan bulan Januari 2020.

Tetapi kenyataanya kata dia, janji itu tidak terealisasi hingga saat ini.

“Mungkin jumlah uangnya tidak seberapa bagi mereka, tapi bagi kami yang bekerja di lapangan uang itu sangat berarti. Terlalu banyak kebutuhan kami di lapangan,” ujarnya.

Pihaknya pun sangat berharap Dinsos Matim bisa memberikan uang insentif itu dan dapat dibayarkan tepat waktu.

“Di group PKH Matim, kami sudah sering menanyakan dan bahkan memohon agar insentif kami itu segera dibayar. Tetapi sangat disayangkan sampai hari ini belum ada respon yang baik dari pihak dinas,” katanya.

Sementara itu Kepala Bidang Kesos Dinas Sosial Matim Don Tue Nuwa meminta para anggota PKH untuk bersabar.

“Mohon bersabar dalam waktu dekat ini paling lambat tanggal 13 Maret,” katanya.

Dia juga mengaku bingung lantaran baru dimutasi ke Dinsos dan dihadapkan situasi seperti sekarang ini.

“Mohon bersabar ya ase (adik),” ujarnya.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Dinsos Matim Manggarai Timur Matim
Previous ArticleDiduga Lakukan Penipuan, Pemilik Toko Pancaran Borong Diadukan ke Polres Matim
Next Article Mengenal Angel, Finalis Putri Indonesia asal NTT

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.