Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Kebanyakan Kepala Daerah di NTT Belum Punya Pola Pikir Bisnis
NTT NEWS

Kebanyakan Kepala Daerah di NTT Belum Punya Pola Pikir Bisnis

By Redaksi24 Januari 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Direktur Stefanus Gandi (SG) Institut, Stefanus Gandi, saat diwawancarai awak media usai seminar di Seminari Maria Bunda Segala Bangsa Maumere, Kabupaten Sikka, Senin (22/01/2022).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Kebanyakan kepala daerah di Nusa Tenggara Timur belum memiliki mindset atau pola pikir yang dapat menentukan keberhasilan bisnis masyarakatnya.

Hal tersebut disampaikan Direktur Stefanus Gandi (SG) Institut, Stefanus Gandi, saat diwawancarai awak media usai seminar di Seminari Bunda Maria Segala Bangsa Maumere, Kabupaten Sikka, Senin (24/01/2022) pagi.

Menurut Stefan, kebanyakan Kepala Daerah cenderung berpikir politik dan lupa bahwa keberadaannya sangat strategis untuk menggerakan perekonomian masyarakatnya.

“Dia (Kepala Daerah) harus bisa menjadi orang yang menggerakkan ekonomi secara total, bukan hanya menjadi bagian dari kelompok politiknya saja,” kata Stefan usai seminar bertajuk ‘Urgensi Literasi Jurnalistik, Kewirausahaan dan Digital di Era Disrupsi’ itu.

Karena itulah di banyak tempat Stefan kerap menyatakan bahwa untuk menjadi pemimpin adalah mereka yang memiliki sense of bussiness atau kepekaan terhadap bisnis.

Kepala Daerah menurut dia, harus tahu memetakan wilayahnya untuk bisa menghidupkan sel-sel ekonomi masyarakat.

“Secara keseluruhan tren bisnis di sini itu berjalan, tapi yang menggerakkan ini semua kebanyakan orang luar. Orang NTT jarang atau sedikit sekali berkonsentrasi pada bidang bisnis,” pungkas Direktur Indojet Sarana Aviasi itu.

Pemimpin, kata dia, harus bisa mengajarkan atau menggerakkan ekonomi masyarakatnya, terutama untuk serius berbisnis. Pemimpin tidak hanya sebatas memberikan ide, tetapi harus memberikan contoh agar masyarakat bisa mengikutinya.

Penulis: Ardy Abba

Kabupaten Manggarai Sikka Stefan Gandi Stefanus Gandi Stefanus Gandi Institut
Previous ArticleMengakarnya Gender Shaming di Tempat Kerja
Next Article Perkuat Semangat Kekompakan, HMPS Pendidikan Matematika Selenggarakan Kegiatan Bina Akrab

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.