Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»740 Mahasiswa Unika Ruteng Siap Terjun KKN di Mabar
MAHASISWA

740 Mahasiswa Unika Ruteng Siap Terjun KKN di Mabar

By Redaksi12 Juli 20223 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Banner pembekalan KKN mahasiswa Unika Ruteng tahun 2022
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT-  Mahasiswa  Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng menyelenggarakan kegiatan pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Integratif, Selasa (12/07/2022) dan Rabu (13/07/2022).

Kegiatan pembekalan yang berlangsung secara tatap muka di Aula Missio Unika Santu Paulus Ruteng itu diikuti oleh 740 mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP).

Dalam kegiatan tersebut, selain narasumber dari internal kampus, juga menghadirkan Kepala Bappeda Manggarai Barat sebagai pemateri.

KKN Integratif Lintas Fakultas tahun ini akan dilaksanakan di wilayah Kabupaten Manggarai Barat, yaitu di 57 desa di 5 Kecamatan (Komodo, Mbeliling, Lembor, Lembor Selatan, dan Welak).  KKN, akan  dimulai 14 Juli hingga 20 Agustus 2022 mendatang.

Rektor Unika Santu Paulus Ruteng, Prof. Dr. Yohanes Servatius Lon menegaskaan, arti strategis kegiatan KKN sebagai bagian integral  pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.

Menurut dia, KKN adalah peluang untuk meningkatkan kualitas diri dan kompetensi intelektual mahasiswa.

KKN juga merupakan kesempatan untuk menerapkan dan meningkatkan pola pikir penelitian.

“Temukan masalah, rumuskan masalah, kumpul data dan analisa data. KKN juga peluang pengabdian kepada masyarakat dan penerapan ipteks,” terangnya.

Prof. John menambahkan, KKN adalah sarana untuk membangun kemitraan sekaligus ajang promosi diri dan lembaga ke tengah masyarakat.

Selain itu, KKN adalah peluang untuk membangun networking dan momen belajar pengabdian demi kemajuan diri.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Dekan FKIP Unika Santu Paulus Ruteng Dr. Maksimus Regus, S.Fil., M.Si, mengungkapkan,  kegiatan KKN tahun ini, hendaknya menjembatani dua dimensi kontemporer penting, yaitu semangat merdeka belajar dan perubahan-perubahan yang terjadi di tengah dunia.

Pertama, lanjut dia, semangat merdeka belajar yang sedang menjadi salah satu strategi dan politik pendidikan andalan Indonesia kurang lebih 3 tahun terakhir.

Ia menjelaskan, merdeka belajar adalah sebuah filosofi sekaligus gerakan besar pembaharuan pendidikan Indonesia untuk membentuk generasi muda baru dengan kapasitas multidimensi yang dibutuhkan pada masa sekarang ini.

Kedua, di luar dunia kampus juga sedang terjadi perubahan-perubahan besar pada semua skala dan level kehidupan.

Dr. Maks mengatakan, wujud perubahan yang paling nyata dan dekat dengan dunia kampus adalah kebijakan pengembangan pariwisata super premium Labuan Bajo, Manggarai Barat.

“Unika Santu Paulus mempunyai kewajiban sosial untuk berjalan bersama masyarakat dalam menyambut perubahan besar sehingga dapat mendatangkan manfaat bagi masyarakat sendiri,” terangnya.

Hal ini yang menurut Dr. Maks, menjadi pertimbangan utama mengapa KKN tahun ini akan dilaksanakan di Kabupaten Manggarai Barat. KKN tahun ini bernaung di bawah tema “Merdeka dan Berdaya Menuju Pariwisata dan Masyarakat yang Adil, Mandiri, dan Berkelanjutan”.

Ia pun sangat mengharapkan agar mahasiswa benar-benar memanfaatkan waktu dengan baik untuk melakukan dua hal, belajar dan mengabdi di tengah masyarakat.

Hal ini, lanjut dia, adalah momentum penting untuk memeriksa dan mengevaluasi apakah pengetahuan yang diperoleh mahasiswa selama ini juga merefleksikan perubahan-perubahan sosial yang terjadi sehingga dapat memperbaiki kekurangan saat proses perkuliahan.

Ia juga berharap ada kerja sama antara mahasiswa dan dosen pembimbing lapangan dalam seluruh proses KKN.

Dr. Maks mengajak mahasiswa dengan bantuan dosen pembimbing lapangan agar dapat menunjukkan sikap, etika, moralitas, aspek religius dalam semangat Santu Paulus saat hadir dan hidup bersama masyarakat di tempat KKN.

“Anda diminta menunjukkan sikap-sikap yang berkenan secara sosial, menghormati keluarga-keluarga yang menerima Anda. Jika anda mengalami kesulitan, sampaikan kepada DPL anda masing-masing,” pungkasnya.

Penulis: Leo Jehatu
Editor: Ardy Abba

FKIP Unika Ruteng UNIKA Santu Paulus Ruteng Unika St. Paulus Ruteng
Previous ArticleSMK Tiara Nusa Juarai Turnamen Golo Mongkok Cup II
Next Article Jalan Pateng- Kedindi Dikerjakan Tahun 2023

Related Posts

BEM FISIP Undana Gelar Pengabdian di Desa Tanah Merah, Angkat Pendidikan Politik hingga Kewirausahaan

1 Maret 2026

Wagub NTT Raih Doktor Ilmu Administrasi di Undana

27 Februari 2026

GMNI Jakarta Ajukan Nota Keberatan ke Presiden soal Perjanjian Dagang Indonesia–AS

24 Februari 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.