Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Orang Tua Siswa Takut Mengawas, Korupsi Dana BOS di Manggarai Merajalela
Regional NTT

Orang Tua Siswa Takut Mengawas, Korupsi Dana BOS di Manggarai Merajalela

By Redaksi3 April 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sekretaris LAKRI, Agustinus Supardi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Hampir semua orang tua siswa di Manggarai takut mengawasi pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Mereka khawatir hal tersebut akan membuat anaknya dikucilkan oleh pihak sekolah.

Padahal, keterlibatan mereka dalam pengawasan pengelolaan dana tersebut dilindungi oleh undang-undang dan beberapa peraturan di bawahnya.

“Ini salah satu faktor yang menyebabkan korupsi dana BOS di Manggarai terus merajalela,” kata Sekretaris LAKRI Manggarai, Agustinus Supardi melalui pesan WhatsApp, Minggu (2/4/2017).

Sebab itu, ia berharap semua pihak yang berkepentingan perlu mengadakan sosialisasi kepada orang tua atau wali siswa agar mereka menyadari hak dalam mengawasi dana ini, termasuk hak mendapatkan perlindungan hukum.

“Kalau mereka sadar hak, saya yakin mereka berani. Kalau orang tua sudah berani, saya yakin pengelola tidak akan menyalahgunakan dana tersebut,” pungkasnya.

Ia menjelaskan ada banyak sekolah di Manggarai yang bermasalah dengan dana BOS. Itu terjadi karena ada kombinasi antara sifat rakus pengelola dengan sistem yang tidak transparan.

“Saya pernah mendapat keluhan dari seorang guru di salah satu sekolah, katanya ia belum tahu jumlah dan peruntukan BOS di sekolahnya. Ini terjadi karena mereka tidak diajak kepala sekolah untuk duduk bersama bahas soal dana ini,” katanya.

Akibatnya, lanjut Supardi, dana ini dipakai sesuka hati tanpa terikat oleh sebuah rencana baku sebagaimana dimaksud dalam petunjuk teknis dana BOS. Kalau model penggunaannya seperti ini, tegas Supardi, otomatis laporannya direkayasa.

“Banyak pembelian barang dan komponen lainnya tapi tidak ada bukti fisik atau kegiatannya. Lebih parahnya lagi kerja sama dengan toko pengadaan ATK untuk membuat kwitansi palsu dengan iming-iming uang,” tegasnya. (Ferdiano Sutarto Parman/VoN)

 

Manggarai
Previous ArticleTinggal Sehari, Kontraktor Pembangunan Gedung Instalasi Bedah RSUD Ruteng di-PHK
Next Article Bupati Deno Tanggapi Kasus Bunuh Diri Mahasiswa STIKES Ruteng

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.