Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Unika Ruteng dan ISAC Singapore Gelar Konferensi Internasional Tahun 2025, Bahas ‘Catholicism and Tourism’
Pendidikan NTT

Unika Ruteng dan ISAC Singapore Gelar Konferensi Internasional Tahun 2025, Bahas ‘Catholicism and Tourism’

By Redaksi5 April 20243 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Tangkapan layar foto Koordinator ISAC Dr. Michel Chambon saat pembahasan konferensi internasional bertajuk 'Catholicism and Tourism'
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Universitas Katolik Indonesia (Unika) St. Paulus Ruteng dan The Initiative for the Study of Asian Catholics (ISAC) yang berbasis di The Asia Research Institute, National University of Singapore (NUS) bakal menggelar konferensi internasional tahun 2025 mendatang.

Konferensi internasional ini bertajuk ‘Catholicism and Tourism’ atau ‘Katolisisme dan Pariwisata’.

Rencana kegiatan kedua universitas tersebut terkonfirmasi dengan pembahasan melalui platform zoom pada Kamis (4/4/2024).

Pertemuan ini menandai langkah awal dalam merencanakan sebuah konferensi internasional yang menarik dengan tema “Catholicism and Tourism“.

Pertemuan dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan utama, termasuk penginisiatif Rektor Unika Santu Paulus Ruteng Dr. Maksimus Regus dan  Koordinator ISAC Dr. Michel Chambon.

Meskipun berlangsung secara virtual, pertemuan ini terbukti menjadi forum yang efektif untuk mendiskusikan rencana kolaborasi kedua universitas.

Salah satu fokus utama pertemuan adalah untuk memulai perencanaan penyelenggaraan konferensi internasional yang dijadwalkan akan berlangsung pada tahun 2025.

“Para peserta membahas berbagai aspek terkait, termasuk pemilihan topik-topik yang relevan, penyusunan program, dan strategi promosi untuk menjangkau audiens yang luas, dan partisipasi lokal dalam konferensi ini,” kata Maksimus.

Sebagai penginisiatif proyek ini, dia pun berkomitmen untuk mendukung penyelenggaraan konferensi dengan menyediakan dukungan sumber daya yang diperlukan.

Peserta pertemuan juga menyoroti pentingnya kerja sama lintas-institusi dan lintas-negara dalam memperdalam pemahaman tentang hubungan antara katolisisme dan industri pariwisata di Asia.

Maksimus menyambut baik kerja sama yang semakin erat antara Unika Santu Paulus Ruteng dan ISAC NUS dalam merencanakan konferensi ini.

Ia yakin konferensi ini akan menjadi platform yang berharga untuk bertukar pengetahuan dan gagasan tentang peran agama katolik dalam pariwisata di kawasan Asia.

Senada, Michel berharap kolaborasi ini akan mendorong riset yang lebih dalam dan dialog lintas-budaya tentang hubungan antara katolisisme dan pariwisata di Asia.

Dia menekankan pentingnya memperluas pemahaman tentang dampak sosial, budaya, dan ekonomi dari interaksi antara agama katolik dan industri pariwisata di kawasan Asia.

Selain membahas persiapan konferensi, menurut Michel, pertemuan ini juga menjadi kesempatan untuk mengidentifikasi potensi kerja sama yang lebih luas di masa depan antara Unika Santu Paulus Ruteng, ISAC NUS, dan pihak lain yang berkepentingan dalam penelitian dan pendidikan katolik di Asia.

Pertemuan awal melalui platform zoom ini menandai langkah penting dalam persiapan menuju konferensi internasional ini.

Kedua institusi menunjukkan semangat tinggi dan komitmen untuk terus bekerja sama dalam memastikan keberhasilan konferensi pada tahun 2025 mendatang.

Kolaborasi ini diharapkan akan memberikan kontribusi yang signifikan dalam memperdalam pemahaman tentang peran agama katolik dalam pariwisata di kawasan Asia pada umumnya dan Indonesia khususnya, dan mempromosikan dialog antarbudaya yang inklusif dan berkelanjutan.

Unika Santu Paulus Ruteng mendapatkan tawaran untuk menjadi tuan rumah konferensi internasional ini.

Penulis: Leo Jahatu

Dr. Maksimus Regus Max Regus Unika Ruteng UNIKA Santu Paulus Ruteng Unika St. Paulus Ruteng
Previous ArticleKebermaknaan Gugatan Sengketa Pilpres 2024 di MK: Tinjauan terhadap Dinamika Demokrasi Indonesia
Next Article PT ANK dan PT KAJ Bantah Bekerja Tanpa Izin di Manggarai Barat

Related Posts

Peringati Hari Anak Nasional, Yayasan TKK Fransiskus Assisi Karot Perkuat Tata Kelola dan Mutu Pendidikan

28 Juli 2026

Kepala SMPN Satap Munde Bantah Dugaan Pungli, Sebut Uang dari Orangtua Bersifat Sukarela

22 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.