Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Ini Calon Wali Kota Dambaan Penjual Sayur di Pasar Oebobo, Kota Kupang
Regional NTT

Ini Calon Wali Kota Dambaan Penjual Sayur di Pasar Oebobo, Kota Kupang

By Redaksi26 September 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kepekaan itu diharapkan tidak sebatas pencitraan politik menjelang momentum Pilwalkot Kota Kupang, tetapi kepekaan yang muncul dari hati nurani para pemimpin

Kota Kupang, VoxNtt.com-Penjual sayur di pasar Oebobo, Kota Kupang berharap figur terpilih dalam pemilihan wali kota kupang pada Februari 2017 mendatang adalah pemimpin yang memiliki kepekaan terhadap orang kecil.

Kepekaan itu diharapkan tidak sebatas pencitraan politik menjelang momentum Pilwalkot Kota Kupang, tetapi kepekaan yang muncul dari hati nurani para pemimpin.

Demikian kesimpulan dalam wawancara singkat bersama 4 penjual sayur di pasar Oebobo, Kota Kupang, Sabtu, 24 September 2016.

Menurut mereka salah satu masalah yang masih mengganjal para penjual sayur adalah harga dan penataan pasar. Terkait harga, selama ini mereka membeli sayur di pasar Oeba untuk kemudian dijual lagi di pasar Oebobo.

penjual-sayur
Foto: (kiri) Ibu Yere, (kanan) Ibu Dona

“Semaunya pasar Oebobo harus dijadikan pasar utama. Katong (kita) bisa mendapat keuntungan yang lebih jika penjual dari gunung bisa bongkar sayur di pasar ini (pasar Oebobo)” kata mama Yere yang sudah hampir setahun berjualan di pasar itu.

Hal senada juga dikeluhkan Ibu Dona, penjual tomat di bagian Barat pasar.

Menurut ibu dari 3 anak ini, kendala utama yang terjadi selama ini adalah mahalnya harga barang dikarenakan harus membeli dari tangan ke dua yakni penjual tomat di pasar Oeba.

“Selama ini barang mahal karena katong (kami) harus beli lai (lagi) di pasar Oeba” keluhnya.

Sementara terkait penataan pasar, pemerintah Kota Kupang saat ini sedang merombak pasar tersebut. Pantauan VoxNtt.com, pada bagian depan pasar ditutupi pagar sink sementara bagian dalam, beberapa pekerja proyek sedang sibuk mencampur material bangunan.(Andre/VoN)

Kota Kupang
Previous ArticleManfaat BUMDes Tumbuhkan Ekonomi Desa
Next Article Terkait Reforma Agraria, Ini Tiga Program Kementrian ATR/BPN

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.