Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»ALFI: Ada Kejanggalan Pada Aktivitas Bongkar Muat Pelabuhan Mabar
Ekbis

ALFI: Ada Kejanggalan Pada Aktivitas Bongkar Muat Pelabuhan Mabar

By Redaksi4 Oktober 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, VoxNtt.com–Pantauan serius terhadap aktivitas bongkar muat di Pelabuhan penting diperhatikan oleh otoritas pelabuhan seperti Syahbandar (kepala pelabuhan).

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indoneisa (ALFI) NTT Charles Angliwarman saat di Konfirmasi wartawan di Labua Bajo Senin (03/10).

Angliwarman mengatakan, selama ini pihaknya pernah mendapatkan aktivitas  bongkar muat di pelabuhan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT yang dilakukan tanpa pantauan dari otoritas Pelabuhan yaitu Kesyhahbandaran dan unsur lain yang bertanggun jawab di pelabuhan tersebut.

Adapun kejanggalan yang ditemukan ALFI di pelabuhan Labuan Bajo seperti pada  aktivitas bongkar muat dilakukan oleh kapal Bumi Indah yang berlabuh di Labuan Bajo dan beraktivitas tanpa surat ijin yang jelas.

Kejanggalan aktivitas bongkar muat yang dilakukan oleh Kapal tersebut menurut dia harus menjadi catatan penting bagi otoritas pelabuhan untuk berbenah dan melakukan evaluasi aktivitas bongkar muat di tempat tersebut.

Dari Persoalan yang ditemukannya di Lapangan, Angliwarman yang juga Ketua Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Wilayah Manggarai Barat ini mengingatkan Otoritas pelabuhan untuk melakukan koordinasi dengan berbagai pihak seperti Pemkab dan juga asosiasi-asosiasi yang ada.

“Dalam melakukan perencanaan pembangunan, otoritas pelabuhan harus berkorrdinasi dengan semua pihak seperti Pemkab, tokoh masyarakat, Pos AL dan juga asosiasi-asosiasi yang ada, ini penting dilakukan terutama karena ini menjadi amanah dalam UU pelayaran kita.”kata Angliwarman.

Dia juga menjelaskan pemantauan yang harus terus dilakukan saat aktivitas bongkar muat di Pelabuhan dilakukan untuk mengetahui barang apa yang masuk dan keluar dari daerah tersebut.

“Kalau kita tidak pantau aktivitas bongkar muat di Pelabuhan, bagaimana kita tahu barang apa saja yang masuk dan keluar di daerah kita, semua pihak dan otoritas pelabuhan mestinya harus bekerja sama untuk melakukan ini,”pungkasnya. ( Eyo/VoN)

 

Manggarai Barat
Previous ArticleKMK FISIP Undana Wujudkan Mahasiswa Berintegritas
Next Article WALHI NTT Ciptakan Pemimpin Berwawasan Lingkungan

Related Posts

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

Kades Golo Riwu Luncurkan Program “Investor Serbu Desa”, Andalkan Porang Hadapi Risiko Krisis 2026

3 Maret 2026

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.