Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Media Online Harus Berpihak Pada Nilai
NTT NEWS

Media Online Harus Berpihak Pada Nilai

By Redaksi9 Oktober 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kota Kupang, VoxNtt.com-DR. Benny K. Harman, SH, MH, mantan wartawan Media Indonesia merasa prihatin dengan berbagai fenomena menjamurnya media online di Indonesia termasuk NTT.

Dalam acara launching media online VoxNtt.com di Kupang, Sabtu (08/10/2016), wakil ketua Komisi III DPR-RI ini menyampaikan catatan penting terkait fenomena  menjamurnya media online di NTT.

Menurutnya, dalam era demokrasi sah-sah saja jika setiap orang mengekspresikan  kebebasan termasuk mendirikan media online. Namun hasil pantauan Benny, kehadiran media online sekarang ini justru menafikan peran utamanya sebagai perkakas ampuh untuk mengontrol kekuasaan.

Untuk itu ia kembali menegaskan fungsi pers dalam peran mendidik, menghibur, mengontrol dan menginformasikan peristiwa secara benar dan faktual.

Selain itu, ia juga menegaskan soal pentingnya keberpihakan media. Keberpihakan yang dimaksud bukan membela penguasa dan pemodal seperti yang menjadi trend media dewasa ini. Seorang pekerja media menurutnya harus tunduk dan berpihak pada nilai kemanusiaan sebagai nilai yang dianut secara universal.

Secara terpisah, Prof. DR. Aloysius Liliweri, MS, pakar komunikasi dari Universitas Nusa Cendana mengamini hal ini. Menurut Liliweri, fenomena munculnya media online di dunia maya telah mengangkangi etika komunikasi.

“Banyak media yang lupa dengan etika komunikasi lalu menjadi media penyebar kebencian di dunia maya bahkan ada berita hoax” ungkapnya.

Karena itu menurut direktur pasca-sarjana Undana ini, setiap orang termasuk pekerja media harus kritis dan peka sebelum menyebarkan suatu berita. (VoN)

 

Kota Kupang
Previous ArticleVoxNtt.com Merajut Keberagaman Menjadi Energi Pembangunan NTT
Next Article Miras Picu Pembunuhan Mahasiswa, Dimana Peran Pemerintah?

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.