Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Bayi Meninggal Usai Dilahirkan, Keluarga: Puskesmas Borong Lalai Jalankan Tugas
Regional NTT

Bayi Meninggal Usai Dilahirkan, Keluarga: Puskesmas Borong Lalai Jalankan Tugas

By Redaksi23 Oktober 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong,Vox NTT- Oknum petugas di Puskemas Borong ibukota Kabupaten Manggarai Timur, diduga lalai menangani bayi setelah dilahirikan pukul 09.00 wita, selasa (18/10).

Akibatnya bayi laki-laki  seberat 3,4 kg , meninggal dunia setelah sempat dirujuk ke RSUD Ben Mboi Ruteng sekitar pukul 00:00 WITA.

“Secara kasat mata, bayi lahir normal dan lancar. Tak ada penjelasan dari petugas puskesmas tentang kemungkinan adanya hal yang membahayakan bayi kami” kata anggota keluarga duka Servatinus Mamilianus, saat ditemui Vox NTT, Minggu (23/10).

Ditambahkannya, pihak keluarga merasa kaget karena tiba-tiba pada malam harinya bayi itu dipasang oksigen pada pukul 23:00 WITA.

“Petugas beralasan  bayi itu terkena dingin saat melahirkan” terangnya.

Selanjutnya kata dia, bayi tersebut ditangani petugas medis di RSUD Ruteng dan dimasukan ke incubator. Bayi sempat dirawat tapi akhirnya meninggal dunia Jumat tanggal 21 Oktober pagi jam 06:45 Wita.

“Kami keluarga duka merasa ada hal yang dilalaikan oleh oknum petugas medis di Puskesmas Borong. Seandainya dirujuk lebih awal kemungkinan bayi tidak meninggal dunia,”ujarnya.

Menurut keluarga yang berdomisili di Golo Lada, Borong ini, bayi baru dirujuk ke RSUD Ruteng setelah salah satu petugas  yang berjaga malam itu menemukan ada belau atau membiru pada beberapa bagian tubuh bayi.

“Itu artinya oknum petugas medis di Puskesmas Borong yang bertugas dari pagi sampai sore lalai untuk melihat keadaan bayi itu. Padahal kalau mereka jeli pasti tertolong lebih awal” lanjut Servantinus.

Dirinya selaku perwakilan keluarga sedang berdiskusi dengan semua anggota keluarga besar, apakah persoalan ini perlu dibawa ke ranah hukum atau tidak.

Dia meminta puskesmas Borong segera berbenah dan selektif menempatkan petugas medis dengan mengutamakan profesionalitas.

“Pemerintah daerah juga harus lebih serius mengatur manajemen di Puskesmas tersebut” ungkapnya. (VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleLewat Festival WAIHUMBA V, Masyarakat Adat Sumba Terhubung Melestarikan Alam
Next Article Di Pulau Semau, Siswa SMKN I Kupang Belajar Membentuk Karakter

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.