Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Puluhan Ton Beras Jatah Guru Lenyap, Ini Pengakuan Kasubag Keuangan PPO TTS
HEADLINE

Puluhan Ton Beras Jatah Guru Lenyap, Ini Pengakuan Kasubag Keuangan PPO TTS

By Redaksi28 Oktober 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bisa saja petugas kami yang jual beras tersebut

Soe, VoxNtt.com– Kepala Sub Bagian Keuangan Dinas PPO Kabupaten TTS, Simon Utan mengungkapkan kekurangan beras yang dikeluhkan para guru ketika menerima jatah beras yang dibagikan petugas dinas PPO Soe, sebenarnya sudah kurang sejak diambil dari gudang dolog.

Pernyataan ini disampaikan Simon setelah sebelumnya ratusan guru penerima jatah beras tersebut mengamuk di depan gudang beras dinas PPO TTS.

Simon berdalih bahwa pada saat petugas PPO,  Zakarias Taek mengambil di gudang Dolog TTS tidak menimbang terlebih dahulu sehingga isi dalam satu karung beras tidak diketahui secara pasti.

“Kesalahan bukan di sini (petugas pembagi beras dinas PPO) tapi sebenarnya dari dolog yang tidak timbang pada saat ambil di dolog,”jelas Simon Utan.

Ketika ditanya soal adanya kemungkinan petugas pembagi beras di dinas PPO yang menghilangkan beras jatah para guru, menurut Simon hal tersebut bisa saja terjadi.

“Bisa saja petugas kami yang jual beras tersebut,”kata Simon.

Meski demikian Simon belum memastikan apakah benar dijual oleh petugas dinas PPO, karena belum mempunyai bukti yang kuat adanya dugaan tersebut.

Bantahan Dolog TTS

Kepala Dolog  Kabupaten TTS Rian Djami yang konfirmasi melalui telepon selulernya membantah keras bahwa kekurangan jatah tersebut disebabkan oleh petugasnya di gudang dolog.

Sebabnya,  setiap kali beras yang akan dikeluarkan dari gudang dolog selalu ditimbang berdasarkan DO yang diterima.

“Kalaupun tidak ditimbang itu berdasarkan permintaan dari petugas yang diutus untuk ambil di gudang dolog,”jelas Rian Djami.

Djami mengaku heran, jika adanya kekurangan beras hanya terjadi  di dinas PPO, sementara di dinas lain tidak terjadi kekurangan.

Bahkan menurut Djami, dari UPT Dinas PPO yang ada dibeberapa kecamatan, tidak terjadi kekurangan seperti yang dialami di kantor dinas PPO.

“Kita heran kenapa kekurangan beras hanya terjadi untuk guru-guru yang ambil di kantor dinas PPO, sementara di dinas lain tidak ada kekurangan. Bahkan di kantor UPT Dinas PPO dikecamatan tidak mengalami kekurangan beras,” singkap Djami.

Mereson silang pendapat antara Kasubag Simon Utan dan Kepala Dolog TTS Rian Djami, Kadis PPO Drs. Edison Sipa akan melalukan langka-langka antisipasi agar hal tersebut tidak terjadi. Kadis mengaku kesulitan melayani banyak orang sehingga kekurangan seperti itu bisa saja terjadi.

Untuk langkah antisipasinya demikian Sipa, ia akan meminta Kasubag keuangan untuk cros cek dan turun langsung ketika beras diambil di gudang dolog.

Berikutnya, lanjut Sipa, diberikan kewenangan pada UPT Dinas PPO dimasing-masing kecamatan untuk mengambil beras di gudang dolog setelah mendapat rekomandasi dari Dinas PPO Kabupaten. (Paul/VoN)

TTS
Previous ArticleMenginvestasikan Pemuda Menuju Puncak Bonus Demografi (Editorial)
Next Article Aneh! Dokter di RSUD Soe Arahkan Pesien BPJS Beli Obat di Apotik

Related Posts

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026

Pemkab Manggarai Barat Evaluasi Seluruh Destinasi Wisata Usai Insiden WNA Austria Terjatuh di Jembatan Gantung

30 Mei 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.