Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Aktivis Mahasiswa Kota Kupang Kecam Tindakan Represif Oknum Polisi Terhadap Aktivis PMKRI
HEADLINE

Aktivis Mahasiswa Kota Kupang Kecam Tindakan Represif Oknum Polisi Terhadap Aktivis PMKRI

By Redaksi31 Oktober 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kota Kupang, VoxNtt.com-Sedikitnya ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Cipayung plus Kota Kupang, menggelar aksi damai ke Mapolda NTT Senin (31/10/2016). Para mahasiswa Cipayung ini tiba di pintu gerbang Mapolda NTT sekitar pukul 11.30 Wita.

Kehadiran para mahasiswa ini untuk menyampaikan aspirasi terkait dugaan represif yang dilakukan oknum anggota polisi pada aksi di Kejati NTT tanggal 28 Oktober 2016 lalu.

Bagi mereka, pemukulan oleh aparat kepolisian merupakan repsentasi dari orde baru dimana polisi justru menjadi alat Negara untuk membendung sikap kritis mahasiswa.

“Kami selaku mahasiswa mengutuk keras aksi represif oknum polisi yang membunuh sikap kritis mahasiswa” Kata Leo Liwun, Ketua GmnI cabang Kupang.

Foto: Masa aksi saat berorasi di depan Mapolda NTT
Foto: Masa aksi saat berorasi di depan Mapolda NTT

Pantauan VoxNtt.com, hampir selama 1 jam mahasiswa terus berteriak mengecam jajaran kepolisian. Sempat terjadi dorong mendorong antara aktivis dengan anggota polisi.

Usai mereka berorasi, pendemo kemudian long march menuju DPRD NTT untuk menyampaikan aspirasi.

Di gedung DPRD NTT, mereka meminta anggota DPRD untuk mengevaluasi kinerja Kajati NTT dalam penanganan kasus korupsi di NTT khususnya dugaan keterlibatan Kajati dalam kasus PT. Sagared yang menimpa Paulus Watang.

Masa aksi juga meminta DPRD NTT untuk segera menghadirkan Kapolda,  Kajati NTT dan Kapolres Kupang Kota untuk mempertanggungjawabkan tindakan tindakan penganiayaan terhadap aktivis PMKRI Kupang.

“Tindakan oknum polisi menurut kami melacuri demokrasi. Tindakan ini bentuk pembunuhan demokrasi”, kata Amos ketua GMKI Cabang Kupang di Ruang Kelimuti DPRD NTT. (Andre/ VoN)

 

 

Kota Kupang
Previous ArticleIsu SARA Ujian Dalam Demokrasi Indonesia
Next Article Menkopolhukam Sediakan Layanan Laporan Pungli Untuk Masyarakat

Related Posts

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026

Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Lahan Diklaim Aset Polri

14 Agustus 2026

DPRD Manggarai Tinjau TPA Ncolang, Minta Pemkab Siapkan Dana Taktis untuk Tangani Keluhan Sampah

13 Agustus 2026
Terkini

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.