Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»NU : Pendemo Harus Jaga Ketertiban dan Tidak Anarkis
NASIONAL

NU : Pendemo Harus Jaga Ketertiban dan Tidak Anarkis

By Redaksi2 November 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Jakarta, VoxNtt.com-Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) provinsi DKI Jakarta menyampaikan himbauan bagi warga nahdliyyin  dan masyarakat Jakarta pada umumnya untuk tidak anarkis dalam aksi massa yang akan berlangsung pada 4 November mendatang.

Dalam konferensi pers di Kantor PWNU DKI Jakarta, pada Rabu, (02/11), PWNU secara tegas menyatakan sikap ini yang dibacakan langsung oleh  KH. Mahfudz Asirun.

“Pengunjuk rasa sebaiknya menjaga ketertiban umum, tidak anarkis, dan menjunjung tinggi akhlaqul karimah” ujar Asirun.

PWNU DKI Jakarta juga mendorong aparat kepolisian untuk secara tegas mengambil tindakan hukum kepada saudara Basuki Tjahaja Purnama alias AHOK, atas indikasi dan dugaan penistaan Al-Quran dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah demi terciptanya kedaulatan hukum di Indonesia.

Seperti yang disampaikan Asirun, PWNU secara kelembagaan tidak mendukung salah satu pasangan calon sesuai dengan khittoh NU 1926.

Melalui arahan  ini pula, PWNU DKI Jakarta menghimbau kepada semua Tim Sukses calon Gubernur dan Wakil Gubernur, serta seluruh elemen masyarakat agar berupaya menjaga stabilitas keamanan serta tidak melakukan kampanye hitam.

“Masyarakat DKI Jakarta diminta menjunjung tinggi asas kekeluargaan dan persaudaraan dalam bingkai fastabiqul khairaat atau berlomba-lomba dalam melaksanakan kebaikan” ucap Asirun

Acara konferensi pers ini dihadiri Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama DKI Jakarta, diantaranya Samsul Ma’arif, H. Mualif, Mahfudz Asirun dan Ahmad Zahari.  (Ervan Tou/VoN)

Previous ArticleTerminal Kembur Diduga Jadi Tempat Mesum
Next Article Pemerintah Wacanakan Asuransi Bagi Pengangguran

Related Posts

KemenHAM Dorong Youth Ranger Indonesia Jadi Agen Penyebar Nilai HAM

16 Juni 2026

Demokrat Bantah Keterlibatan AHY dalam Kasus BGN, Minta Media Sajikan Informasi Terverifikasi

10 Juni 2026

420 Warga Tengki Seribu Minta Natalius Pigai Turun Tangan Awasi Pemenuhan HAM di Lokasi Relokasi

9 Juni 2026
Terkini

Satreskrim Polres Mabar Selesaikan Kasus Penipuan Wisatawan Malaysia lewat Restorative Justice

1 Juli 2026

Puluhan Tahun Bertaruh Nyawa, DPRD Desak Jembatan Permanen di Wae Musur

30 Juni 2026

Imigrasi Labuan Bajo Periksa Dokumen WNA dalam Operasi Gabungan di Manggarai

30 Juni 2026

Polisi Tangkap Pengepul Togel di Toko Pertanian Kawasan Pasar Lembor

30 Juni 2026

Polisi Patroli dan Pantau Camp Pemuda GMIT di Amarasi Timur

30 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.