Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pemerintah Datang dan Pergi Meninggalkan Janji, Jalan Elar Selatan Makin Terpuruk
Regional NTT

Pemerintah Datang dan Pergi Meninggalkan Janji, Jalan Elar Selatan Makin Terpuruk

By Redaksi17 November 20161 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNtt.com- Derita panjang warga kecamatan Kota Komba dan Elar Selatan,  Kabupaten Manggarai Timur  tak kunjung usai.

Sejak Indonesia merdeka, lintasan jalan yang menghubungkan kedua kecamatan tersebut belum mengalami perubahan bahkan jauh dari perhatian pemerintah Provinsi NTT.

jalan-parah

Lintasan jalan provinsi terpanjang di Nusa Tenggara Timur ini sangat rusak para padahal ruas jalan  tersebut sangat sentral bagi masyarakat setempat.

Dari Paan Leleng hingga Perbatasan Kabupaten Ngada seperti kubangan kerbau, kedalaman lumpur hingga kini mancapai 1 meter yang membuat kendaran tidak bisa melintas dengan lancar.

Warga Elar Selatan Vinsen Jehadut, Kornelis Aman kepada media ini Kamis (17/11) di Mukun menceritakan lintasan jalan utama menuju Elar Selatan yang dimulai dari Paan Leleng Kecamatan Kota Komba  kondisi sangat memperhatikan.

“Padahal lintasan jalan itu sangat vital bagi masyarakat terutama distribusi ekonomi masyarakat. Juga menghambat arus barang dan manusia karena jalan rusak” ungkap Vinsen.

Menurut Vinsen, pada setiap kali ada kunjungan pemerintah daerah, DPRD bahkan pemerintah provinsi,  masyarakat selalu keluhkan hal itu tersebut. Namun, setelah pejabatnya pulang belum juga ditindak lanjuti.

“Mereka (pemerintah) datang pergi hanya meninggalkan janji tapi jalan ini semakin terpuruk” keluhnya. (TN/VoN)

Foto Feature: Mobil jenis bus kayu dari Paan Leleng menuju perbatasan Kabupaten Ngada terjebak di kubangan lumpur/TN-VoN

Manggarai Timur
Previous ArticleWarga Kecewa Listrik Sering Padam Saat Matim Ekspo 2016
Next Article HIPMI NTT: Jumlah pengusaha di NTT masih sangat rendah

Related Posts

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026

PDI Perjuangan Tak Hanya Salurkan Logistik, Perhatian Kesehatan Korban Bencana Jadi Prioritas

19 Agustus 2026
Terkini

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.