Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Parpol Pendukung Jokowi-JK Dinilai Tak Loyal
NASIONAL

Parpol Pendukung Jokowi-JK Dinilai Tak Loyal

By Redaksi21 November 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ada tujuh partai politik yang berkoalisi mendukung pemerintah, namun orang-orang partai politik malah diam dan tak unjuk aksinya dalam menyikapi berbagai persoalan bangsa yang belakanga ini menjadi fenomena di negeri ini

Jakarta,VoxNtt.com-Partai politik pendukung Jokowi-JK dinilai tidak mampu merangkum kehidupan bersama dan tidak memiliki loyalitas terhadap kepemimpinan Jokowi-JK.

“Partai-partai politik mengapa hanya diam saja saat Jokowi melakukan silahturahmi politik, seharusnya partai-partai politik juga ikut melakukan hal yang sama. Presiden juga semestinya menyanyakan bagaimana loyalitas partai pendukung pemerintah”, ujar Ari Nurcahyo, dalam Diskusi Publik ‘Politik Jokowi-JK’, yang diselenggarakan di Restoran  Fame Food, Jl. Agus Salim. No. 60, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (20/11)

Lebih lanjut Ari mengatakan, ada tujuh parttai politik yang berkoalisi mendukung pemerintah, namun orang-orang partai politik malah diam dan tak unjuk aksinya dalam menyikapi berbagai persoalan bangsa yang belakanga ini menjadi fenomena di negeri ini.

Menurut Ari Nurcahyo, situasi ini justru ada partai politik yang ikut memanaskan situasi politik yang terjadi.

“Konsolidasi politik ini seharusnya bisa membangun kekuatan baru, kekuatan yang seimbang dan mampu mengkonsolidasi sesama partai politik pendukung Jokowi-JK. Kalau dilihat selama dua tahun ini memang cukup baik dalam bentuk formal. Namun dalam subtansial, apakah partai politik itu loyal?” pungkas Ari dengan tegas.

Sementara Pengamat Politik Ray Rangkuti mengatakan dalam mengelola pemerintahan, Presiden Joko Widodo sebaiknya perlu mengingat proses mengelola negara.

Menurut dia, hal ini sangat penting karena ini merupakan persoalan penting bagi pengembangan setiap partai politik dan pembangunan nasional.

“Saya pikir peristiwa 411 meningkatkan begitu banyak massa. Maka, hal ini menjadi titik balik kesadaran Jokowi, bahwa ada sesuatu yang terlupakan, di tengah semangatnya melakukan pembangunan dan kerja-kerja populer, justru ada nilai-nilai terlupakan dari proses itu, yakni proses mengelola politik”, ungkap Ray Rangkuti yang merupakan Ketua Lingkar Madani Indonesia (LIMA).

Pada kesempatan itu juga, Ray memberikan pandangannya mengenai kerja politik Jokowi. Menurut Ray, presiden Jokowi agak terlena dengan sikap dukungan 7 partai politik sampai adanya peristiwa 411.  Peristiwa itu memberikan kesadaran pada politik Joko Widodo.

“Peristiwa 411 memberikan dua kesadaran pada politik Jokowi yaitu, adanya ruang yang terlupakan soal konsolidasi politik dan menguji, sebetulnya siapa kawan sesungguhnya dan siapa yang hanya memanfaatkan kekuasaan Jokowi”, tegas Ray.

Ray menilai, akibat sikap Presiden yang lamban terkait peristiwa 411 atas dugaan penistaan agama yang dilakukan gubernur nonaktif DKI Jakarta, maka respon publik menjadi negatif.

Hal ini menurutnya, dapat dilihat dari tingkat kepuasan publik yang tidak serta-merta menjadi kekuatan politik Jokowi. (Ervan Tou/VoN)

Foto Feature: Ari Nurcahyo

 

Previous ArticlePemuda Katolik Mabar Konsisten Jaga Persaudaraan Lintas Agama
Next Article Sebanyak 52,25 Juta Jiwa Usia Produktif di Desa Hanya Tamat SD

Related Posts

Astra Tandang Apresiasi Political Will Pemerintah dan DPR Sahkan RUU PPRT

22 April 2026

Benny Harman Dorong Pembentukan Lembaga Independen Pengelolaan Hasil Perampasan Aset

7 April 2026

Benny Harman: Kasus Penyiraman Andrie Yunus Bukan Pidana Biasa

5 April 2026
Terkini

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.