Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Realisasi Hasil Reses DPRD Manggarai Tunggu Ada Dana Sisa
Regional NTT

Realisasi Hasil Reses DPRD Manggarai Tunggu Ada Dana Sisa

By Redaksi22 November 20163 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNtt.com- Hasil reses dan pokok pikiran (Pokir) DPRD Manggarai boleh direalisasikan menunggu dana sisa di Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2017.

Marsel Nagus Ahang, anggota DPRD Manggarai mengaku, betapa beratnya memperjuangkan hasil reses pada pembahasan Rencana Kerja Anggaran (RKA) RAPBD tahun 2017 di setiap komisi.

“Tunggu ada dana saving, itu baru akomodir hasil reses kami dan tunggu ada izinan dari mereka (SKPD),” kata Ahang kepada VoxNtt.com di kantor DPRD Manggarai, Selasa, (22/11/2016).

Dana saving merupakan dana sisa hasil  rasionalisasi anggaran pada rapat komisi berdasarkan harga satuan program yang telah ditetapkan bupati.

BACA: Dituding Ubah KUAS PPAS, Ini Tanggapan Bupati Manggarai

Menurut anggota DPRD asal Kecamatan Ruteng itu dana saving tersebut belum tentu menjawabi aspirasi rakyat yang sudah dituangkan dalam Pokir awal tahun 2016 ini.

“Sudah diberikan kepada pemerintah tapi tidak dimunculkan dalam usulan KUA PPAS. Kalau mereka tidak setuju potong belanja langsung dan tidak langsung atau belanja publik lainnya berarti hasil reses kami tidak direalisasikan di RAPBD tahun 2017,” terang Ahang.

Terpisah, Paul Peos, wakil ketua I DPRD Manggarai membenarkan hingga hari kedua waktu normal pembahasan KUA PPAS di setiap komisi belum ada satu pun pokir dan hasil reses diakomodir pada RAPBD tahun 2017.

“Untuk sementara aspirasi masyarakat yang disampaikan lewat DPRD tidak ada dalam RKA,” aku Peos.

Ia mengatakan, tidak diakomodirkannya Pokir DPRD dalam RAPBD tahun 2017 bisa berdampak pada ketidakpercayaan masyarakat Manggarai terhadap lembaga legislatif.

“Ini pukulan berat buat DPRD, akhirnya nanti masyarakat tidak percaya dengan reses DPR lagi,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, Pemkab Manggarai membantah keras bahwa RAPBD tahun 2017 tidak mengakomodir hasil reses dari anggota DPRD.

Manseltus Mitak, Sekda Manggarai sekaligus sebagai ketua tim perumus anggaran mengatakan, tudingan tidak dikomodirkannya hasil reses tak tepat disampaikan saat ini.

Sebab, saat ini baru melakukan agenda pembahasan Rencana Kerja Anggaran (RKA) di setiap komisi di DPRD Manggarai dan tentu saja belum selesai.

Ia menjelaskan, akomodir atau tidaknya aspirasi masyarakat yang dijaring saat reses DPRD akan dibahas bersama pada saat rapat RKA di komisi-komisi.

“Saya kasih contoh, rakyat di Kecamatan Lelak minta bangun air minum, minta bangun 10 kampung. (Tapi) ternyata karena anggaran (kurang), mungkin satu kampung yang terakomodir. Bukan tidak ada,” tegas Sekda Mitak kepada sejumlah awak media di ruang kerjanya, Sabtu, (20/11/2016).

Menurut dia, hasil reses dan aspirasi khusus masyarakat bisa didiskusikan pada saat pembahasan RKA di komisi bersama SKPD yang bersangkutan. Yang terpenting, lanjut dia, aspirasi kebutuhan masyarakat tersebut ada di dalam kebijakan umumnya.

“Oe pa, betul pemerintah punya prioritas di Kecamatan Lelak. Tetapi hasil reses kami mereka tidak minta air minum pa. Mereka minta rumah tembok sekian. Itu didiskusi (saat rapat di komisi),” terang Mitak mencotohkan.

“Ini kan kegiatan di bumi, bukan di langit. Pasti seluruh kegiatan akan dialokasikan ke setiap Dapil wilayah kecamatan bumi Manggarai. Bukan di langit,” tegasnya. (AA/VoN)

Foto: Marsel Nagus Ahang, Anggota DPRD Manggarai

Manggarai
Previous ArticleKejari Ende: Kasus bansos tahun 2009 dan 2010 rugikan negara 2,4 miliar
Next Article Sebelum PHO, 90 Paket Drainase di PU Manggarai Harus Diperbaiki Ulang

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.