Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Aksi 212, Ini Tanggapan MUI Mabar
Regional NTT

Aksi 212, Ini Tanggapan MUI Mabar

By Redaksi1 Desember 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo,VoxNtt– Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) MUI  akan kembali turun ke jalan, Jum’at (02/12) esok di Jakarta.

Setelah sebelumnya pada 4 November lalu gerakan yang sama dilakukan, kini aksi yang sama akan digelar kembali dengan tuntutan mengadili Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaya Purnama yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penistaan agama.

Menanggapi aksi Bela Islam jilid III ini, Ketua Majelis Ulama Indonesia Wilayah Manggarai Barat, Zakar Abdul Jangku yang ditemui VoxNtt di Labuan Bajo Rabu (29/11), mengatakan aksi yang akan digelar di Jakarta ini adalah aksi doa bersama.

“Aksi 2 Desember kan doa bersama. Tidak ada yang luar biasa. Semua sudah sepakat untuk aksi damai,” kata Jangku.

Jangku yang juga menjadi salah satu pemateri dalam sosialisasi 4 Pilar yang digelar Anggota DPR RI Johhny G Plate, Rabu (29/11/2016) di Labuan Bajo, mengingatkan betapa pentingnya menjaga kebhinekaan sebagai bentuk kekayaan bangsa.

“Kebhinekaan yang kita miliki di Indonesia ini adalah sebuah kekayaan yang harus kita jaga, kita harus bangga dengan keberagamaan yang ada,coba bayangkan kalau wajah kita semua sama pasti akan membosankan,” papar Jangku dalam sosialisasi 4 Pilar kebangsaan tersebut.

Dalam konteks kebhinekaan di Manggarai Barat, dia mengklaim kebhinekaan di daerah itu sudah dipelihara sejak jaman nenek moyang dan selalu terjaga dengan baik.

“Kita di Manggarai Barat ini sudah berabad-abad hidup dalam keberagamaan. Secara genealogis dan kawin-mawin. Yang terjadi hubungan persaudaraan dan kebhinekaan kita berjalan baik,” tegasnya. (Eyo/VoN).

Foto Feature: Ketua Majelis Ulama Indonesia Wilayah Manggarai Barat, Zakar Abdul Jangku (paling kanan) saat mengikuti sosialisasi empat pilar di Labuan Bajo, Rabu (30/11/2016). (Foto: EYO/VoN)

Manggarai Barat
Previous ArticleWarga Lembor Tuntut Kejari Usut Dugaan Korupsi Proyek Air Bersih
Next Article Antisipasi Bencana, Yayasan Flores Sejahtera Bentuk Forum Sekolah Aman

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026
Terkini

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.