Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Antisipasi Bencana, Yayasan Flores Sejahtera Bentuk Forum Sekolah Aman
Regional NTT

Antisipasi Bencana, Yayasan Flores Sejahtera Bentuk Forum Sekolah Aman

By Redaksi1 Desember 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Sikka, VoxNtt.com-Upaya mewujudkan sekolah aman bagi anak yang berbasis pengurangan resiko bencana (PRB) perlu mendapat perhatian.

Kelompok organisasi masyarakat sipil diharapkan mendorong Pemda Sikka untuk memperkuat kebijakan dan implementasi berkaitan dengan Sekolah Aman dan PRB.

“Sekolah aman yang dimaksudkan memiliki tiga kategori yakni fasilitas aman, manajemen sekolahnya aman, serta memiliki pendidikan PRB dan sekolah aman,” ungkap Koordinator Program Sekolah Aman, Yayasan Flores Sejahtera (SANRES), Rosamistika, Kamis (1/12).

Menurut Rosamistika sejauh ini Pemda Sikka sudah mengeluarkan beberapa kebijakan dalam rangka mewujudkan sekolah.

“Sudah ada SK Bupati No. 536/HK/2013 tentang Standar Sarana Prasarana dan Pengintregasian Pendidikan PRB di Sekolah,” ungkapnya.

Meskipun demikian, menurut dia kebijakan tersebut belum dipatuhi atau dijalankan di level bawah. SK tersebut diikuti dengan surat dari Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sikka melalui koordinator Dana Bos kepada sekolah-sekolah agar mengalokasikan anggaran Dana Bos untuk mengadakan sarana prasarana tanggap bencana seperti peta bencana, rambu-rambu evakuasi, tim siaga bencana, dokumen kajian bencana sekolah dan rencana aksi sekolah serta memperbaiki fasilitas kursi dan meja.

“Sejauh ini kami baru mengintervensi program ini di 20 sekolah dan sudah 10 sekolah yang masuk dalam kategori sekolah aman,” ungkap Rosamistika.

Rosamistika melanjutkan bahwa pihaknya baru menyelsaikan pelatihan PRB dan Sekolah Aman bagi pegiat NGO dan staf instansi yang berkaitan dengan penangan bencana di Sikka selama dua hari.

Kegiatan yang berlangsung dari 29-30 November 2016 tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk ditindaklanjuti.

Dua diantaranya adalah pembentukan Forum Sekolah Aman dan Sekretariat Bersama.

“Harapan kami forum ini dapat menjadi alat untuk mendorong dan memperkuat upaya Pemda Sikka dalam mengimplementasikan sekolah aman dan PRB,” tegasnya. (Are/VoN)

Foto Feature: Salah satu sesi dalam Pelatihan PRB dan Sekolah Aman yang diadakan pada (29-30/11) di Nara Room, Maumere.

Sikka
Previous ArticleAksi 212, Ini Tanggapan MUI Mabar
Next Article Andre Hugo Parera Gelar Sosialisai 4 Pilar di Flores Timur

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.