Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Andre Hugo Parera Gelar Sosialisai 4 Pilar di Flores Timur
Regional NTT

Andre Hugo Parera Gelar Sosialisai 4 Pilar di Flores Timur

By Redaksi1 Desember 20163 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Larantuka,VoxNtt.com-  Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara, kebhinekaan, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan tiang-tiang yang besar dan kokoh dalam menopang bangunan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal itu disampaikan Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira saat Sosialisasi Empat Pilar di Aula I Hotel Gelekat Nara, Larantuka, Flores Timur, NTT, Rabu (30/11).

Di hadapan lebih dari 300 peserta, Anggota MPR dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut mengajak masyarakat untuk kembali memahami dan mendalami empat pilar tersebut dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonensia.

Andreas menuturkan bahwa Flores tidak bisa dilepaskan dari sejarah lahirnya Pancasila yang merupakan pilar utama bangunan besar yang kita sebut Indonesia.

Ketika Bung Karno diasingkan di Ende, Flores, dia mengalami satu kehidupan bermasyarakat yang begitu harmonis, penuh semangat saling tolong-menolong walaupun berbeda secara agama dan suku.

Dari hal tersebut Bung Karno memahami bahwa nilai-nilai kerukunan, kebersamaan, ketuhanan, saling membantu merupakan jati diri bangsa Indonesia yang sebenarnya.

Dalam pidato 1 Juni 1945, Bung Karno menyebut dirinya sebagai penggali Pancasila dan bukan penemu atau penciptanya karna Pancasila itu sendiri adalah jati diri bangsa Indonesia.

“Saat ini kita dihadapkan pada situasi nasional yang marak dengan aksi radikalisme agama. Situasi seperti ini berpotensi mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara, oleh karena itu harus kita lawan dengan pemahaman terhadap empat pilar, yaitu Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara, kebhinekaan, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri oleh tokoh-tokoh agama dan masyarakat, unsur-unsur pemuda dari Remaja Masjid dan Orang Muda Katolik (OMK), organisasi perempuan, civitas akademika Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka (IKTL), dan masyarakat umum.

Turut hadir, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon, ST.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Flores Timur, Anton Hadjon, dalam sambutanya menyampaikan terima kasih atas diselenggarakannya sosialisasi Empat Pilar MPR RI oleh Anggota MPR RI, Andreas Hugo Pareira.

“Semoga sosialisasi empat pilar menjadi bekal bagi masyarakat Flores timur dalam menghadapi Pilkada Flores Timur 2017 mendatang. Pilkada semestinya tidak merusak kebhinekaan kita. Pilkada justru harus memperkuat bangunan kebangsaan,” tegas Anton Hadjon.

Lebih lanjut, Anton Hadjon menyatakan bahwa perbedaan itu ibarat sebuah taman. Ia semakin indah ketika ada banyak warna di taman tersebut.

“Adalah tugas Bupati Flores Timur sebagai kepala daerah untuk merawat dan  memperindah taman tersebut,” ujar Anton Hadjon di akhir sambutannya yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari seluruh peserta sosialiasi.

Acara sosiasilisasi empat pilar kali ini menjadi sangat istimewa, mengingat Pilkada Flores Timur 2017 yang sarat dengan perbedaan-perbedaan.

“Apapun warna kita, apapun pilihan kita, kita setuju bahwa perbedaan-perbedaan tersebut justru menjadi taman Flores Timur semakin indah dengan aneka ragam warna,” tambah moderator kegiatan Sosialisasi Empat Pilar, Ridwan Parmin, mengakhiri kegiatan. (Eyo/VoN)

Foto: Andre Hugo Parera saat memaparkan Materi sosialisasi 4 Pilar di Flores Timur
Flores Timur
Previous ArticleAntisipasi Bencana, Yayasan Flores Sejahtera Bentuk Forum Sekolah Aman
Next Article NTT Dapat Jatah 464 Sekolah dari Pemerintah Australia

Related Posts

Andy Liwun Minta Warga Tanjung Bunga Bersabar, Pekerjaan Jalan Latonliwo–Patisirawalang Tunggu Rekomendasi Tipikor

14 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026
Terkini

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.