Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Upah Tak Dibayar, Pekerja Laporkan Kontraktor ke Nakertrans Matim
Regional NTT

Upah Tak Dibayar, Pekerja Laporkan Kontraktor ke Nakertrans Matim

By Redaksi13 Desember 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNtt.com-Hermanus Tangkas seorang pekerja pembangunan Gedung Kantor Bencana Alam di Lehong, Komplek Perkantor Pemda Manggarai Timur terpaksa melaporkan kontraktor pada dinas Sosial tenaga kerja dan transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Manggarai Timur Senin (05/12) lalu.

Kepada media ini Selasa (13/12) di Lehong, saat dirinya meminta keterangan atas laporan tersebut, Herman mengungkapan dirinya terpaksa menempuh jalur itu setelah bertemu kontraktor atas nama Heri Nabu.

Saat bertemu ia meminta uang sisa upah terbayar  namun sang kontraktor tidak mau membayar.

“Kontraktor janjinya akhir bulan November akan dibayar namun hingga waktu yang sepakati kontraktor tidak mau bayar alasan tidak ada uang” Kata Herman.

Herman mengaku uang yang belum dibayar kontraktor sebanyak Rp. 12.000.000. Harapan dengan dilaporkannya kasus ini ke Nakertrans, ada jalan keluar sehingga kontraktor membayar upaha tenaga buruh.

Kepala Seksi dinas sosial, tenaga kerja dan transmigrasi Patrik Pu’ung yang dihubungi melalui telepon Selasa (13/12) membenarkan adanya laporan pekerja atas nama Hermanus Tangkas terkait upah yang tidak dibayar oleh kontraktor.

Patrik mengatakan bahwa pihaknya sudah memanggil pelapor untuk dimintai keterangan pada Selasa (13/12). Sementara terlapor akan dipanggil guna dimintai keterangan untuk mencari tahu persoalan yang sesungguhnya.

Dikatakan juga bahwa dalam kasus ini Nakertrans sebaga penengah.

“Kalau ada titik temu baru kedua bela pihak akan dipanggil untuk mencari jalan keluar” tandas Patrik. (TN/VoN)

Foto Feature: Patrik Pu’ung, Kepala Seksi Nakertrans Matim

Manggarai Timur
Previous ArticleJelang Pilkades Serentak, Logistik Sementara Didistribusikan di Kabupaten Ende
Next Article Pemuda Sabu Raijua Kupang Sikapi Peristiwa ‘Selasa Berdarah’

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.