Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Globalisasi dan Korupsi Ancaman Kedaulatan Bangsa
HEADLINE

Globalisasi dan Korupsi Ancaman Kedaulatan Bangsa

By Redaksi19 Desember 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang,VoxNtt.com– Tuntutan globalisasi yang begitu kuat dinilai sebagai  suatu ancaman bagi kedaulatan negara.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPR, Benny K. Harman, ketika menjadi pembicara dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan DPW PKB di Hotel Sasando Kupang, Senin (19/12/2016).

BACA: Dalam Pelantikan DPW PKB NTT, Magnis Suseno Tanggapi Situasi Bangsa Saat Ini

Menurut Benny, negara dan bangsa Indonesia saat ini tengah berada di antara dua ancaman yakni globalisasi sebagai ancaman eksternal dan ancaman dari bangsa kita sendiri.

Mengenai ancaman globalisasi, wakil ketua komisi III DPR ini melihat kondisi ketidaksiapan bangsa di tengah arus globalisasi ekonomi dan budaya asing.

Sementara ancaman dari dalam yakni terjadinya pemberontakan dalam masyarakat akibat gagalnya negara dalam melindungi hak-hak rakyat.

“Faktor kegagalan ini bermacam-macam. Politisi gagal, eksekutif gagal, legislative gagal, yudikatif gagal” tegasnya.

BACA: Kebhinekaan Adalah Kenyataan yang Harus Diterima

Korupsi juga dinilai sebagai salah satu ancaman internal bangsa.

“Mana ada lembaga negara yang tidak korup saat ini, dari pusat sampai ke daerah. Kita tidak boleh segan-segan untuk mengakui bahwa kita gagal” tegasnya.

Akibat dari maraknya korupsi itu, lanjut Benny, hukum  mengalami krisis kepercayaan dari masyarakat.

“Masyarakat selalu melihat hukum sebagai alat kepentingan global dan alat penguasa” pungkasnya

Karena itu ia menegaskan bahwa sistem hukum dan sistem demokrasi yang baik dapat hadir jika lembaga peradilan kuat dan independen. (Nicke/VoN)

Kota Kupang
Previous ArticleKebhinekaan Adalah Kenyataan yang Harus Diterima
Next Article Tujuh Titik Sumur Bor di Lapas Ende Belum Dapatkan Air

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.