Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Kebhinekaan Adalah Kenyataan yang Harus Diterima
Regional NTT

Kebhinekaan Adalah Kenyataan yang Harus Diterima

By Redaksi19 Desember 20161 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua GMIT, Merry Kolimon (Foto: Ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kota Kupang, VoxNtt.com-Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), Pdt. Mery L.Y. Kolimon dalam seminar yang diselenggarakan DPW PKB NTT (19/12) di Aula Hotel Sasando, Kupang mengatakan bahwa berbicara mengenai kebhinekaaan dan persatuan adalah kenyataan yang harus diterima  Indonesia sebagai negara majemuk.

“Kita harus belajar dari founding fathers dan founding mothers kita, Pancasila itu kompromi antara berbagai kelompok agama yang ada di Indonesia. Kita harus jujur bahwa narasi kebangsaan kita bukan narasi yang indah. Kita mengalami sekarang tantangan dalam merawat kemajemukan” tegasnya saat menjadi narasumber dalam seminar tersebut.

BACA: Sebanyak 60 Pengurus DPW PKB NTT Dilantik

Pdt. Mery juga menambahkan, jika faktor relasi yang kuat antar umat bergama di NTT berdasarkan pada ikatan kebudayaan yang kuat. Sehingga NTT merupakan propinsi dengan toleransi umat beragama yang tinggi.

Karena itu, partai politik menurut Pdt. Merry harus  memperkuat pendidikan kewarganegaraan, kebangsaan, dan pendidikan kebudayaan tentang nilai-nilai yang baik di dalam masyarakat khususnya di NTT

“Panji agama diharapkan tidak digunakan untuk kendaraan politik” tegasnya saat membawakan materi bersama Prof. Dr. Franz Von Magnis-Suseno, SJ dan DR. Benny K Harman. (Nicke/VoN)

Kota Kupang
Previous ArticleDalam Pelantikan DPW PKB NTT, Magnis Suseno Tanggapi Kondisi Bangsa Saat Ini
Next Article Globalisasi dan Korupsi Ancaman Kedaulatan Bangsa

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Musda IV Partai Golkar Nagekeo, Jalan Mulus untuk Robby Tulus

5 Juli 2026
Terkini

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Rakerprov KONI NTT Matangkan Persiapan PON 2028

18 Juli 2026

Bersama Senja: Antologi Puisi Cantikan Christiany Dapa

18 Juli 2026

Kebakaran Hanguskan Kantor UPTD BKKBN Boleng, Polisi Selidiki Dugaan Korsleting Listrik

17 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.