Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»Single Mom: Fight and Survive
MAHASISWA

Single Mom: Fight and Survive

By Redaksi22 Desember 20163 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oleh: Addy Farand*

Ungkapan yang mengatakan “Ibu adalah Lentera dalam Hidup” pantas disematkan pada para single mom yang berjuang siang malam untuk menghidupi keluarga dengan segala usaha yang mereka miliki. Perjuangan para single mom ini ibarat cahaya matahari yang tak pernah hentinya menyinari dunia.

Tanggal 22 Desember di Indonesia diperingati sebagai hari ibu. Sesuai dengan namanya, pada moment hari ibu ini secara khusus kita memberi penghormatan pada kaum wanita di Indonesia terutama para kaum ibu.

Pada perayaan ini segala macam bentuk ucapan yang berisikan pujian dan sanjungan diberikan spesial untuk kaum ibu di Indonesia.

Menarik ketika kita sedikit menoleh ke belakang untuk melihat sejarah dibalik penetapan perayaan hari ibu di Indonesia.

Tanggal 22 Desember dipilih oleh presiden Soekarno sebagai tanggal peringatan hari ibu karena moment di tanggal ini bertepatan dengan ulang tahun ke-25 kongres perempuan Indonesia.

Pada awalnya, peringatan hari ibu merupakan perayaan untuk menghargai semangat kaum wanita dalam menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara.

Akan tetapi, lambat laun makna ini berubah dan menjadi perayaan yang dikhususkan untuk menghormati kaum ibu.

Terlepas dari adanya pergeseran makna dibalik perayaan hari ibu, kita harus melihat apakah kebahagiaan perayaan hari ibu yang kita rayakan sudah menyiratkan kebahagiaan hidup dari kaum ibu itu sendiri.

Melihat fakta yang ada saat ini, begitu banyak kaum ibu di Indonesia yang berjuang sendirian dalam menghidupi dan mengurusi keluarganya.

Para single mom ini terbukti mampu bertahan di tengah kerasnya potret kehidupan dunia meskipun harus sedikit tertatih dan berpeluh untuk memperoleh sesuap nasi untuk anak dan keluarga.

Kondisi dan situasi yang dihadapi oleh para single mom bukanlah hal yang dikehendaki dan diinginkan oleh para ibu ini. Akan tetapi kenyataan hidup yang seperti ini tidak bisa dielak oleh para ibu.

Demi terciptanya kebahagiaan dalam keluarga, mau tidak mau memaksa para single mom untuk sedikit memutar otaknya dalam mensiasati kehidupan yang keras itu.

Segala macam bentuk bakat dan kreasi disulap menjadi sebuah lapangan usaha semata-mata untuk menghasilkan lembar demi lembar rupiah demi tercapainya semua kebutuhan keluarga.

Usaha keras ini yang menempatkan para single mom sebagai ibu-ibu hebat di Indonesia, bahkan di dunia.

Akan tetapi, terkadang ketika kebuntuan dalam mencari jalan keluar menghampiri, para single mom akan menempuh jalan pintas yang menuntut mereka untuk mengorbankan banyak hal.

Hal ini harus mereka lakukan demi keberlangsungan kehidupan di hari-hari selanjutnya. Tidak dapat dipungkiri lagi keputusasaan para single mom dalam berusaha menghidupi keluarga membuat mereka terpaksa harus menjadi gelandangan dan pengemis di pinggir-pingir jalan kota, bahkan yang lebih parahnya lagi begitu banyak para ibu yang dengan terpaksa harus menjadi “wanita malam” demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Dengan realita yang sedemikian kelamnya siapakah sebenarnya yang paling bertanggung jawab dalam hal ini? Pertanyaan semacam ini tentunya sangat sulit untuk dicari jawaban dan kebenarannya.

Namun, kita juga tidak bisa hanya berdiam diri dan menjadi penonton setia akan masalah seperti ini. Demi mewujudkan kebahagiaan dibalik makna hari ibu, kita harus merenungkan dan mulai memikirkan solusi untuk permasalahan yang sedang dihadapi oleh para single mom di Indonesia tercinta ini.

Solusi dari kita sebagai putra dan putri bangsa sangat dibutuhkan oleh tanah air tercinta ini. Agar kelak di perayaan hari ibu yang selanjutnya, kaum ibu di Indonesia benar-benar sudah merasakan kebahagiaan dan terhindar dari peliknya potret kehidupan di Indonesia.

SELAMAT HARI IBU. JADIKAN IBU SEBAGAI SOSOK PALING SPESIAL DALAM HIDUP KITA.  SETIAP KATA YANG KELUAR DARI MULUTNYA ADALAH DOA BAGI KITA ANAK-ANAKNYA.


Penulis adalah Mahasiswa asal NTT diBali

Previous ArticleHindari Amukan Massa, 6 Warga Jambi Diamankan Polres TTS
Next Article Ini Aktivitas Enam Warga Jambi yang Ditahan Polres TTS

Related Posts

BEM FISIP Undana Gelar Pengabdian di Desa Tanah Merah, Angkat Pendidikan Politik hingga Kewirausahaan

1 Maret 2026

Wagub NTT Raih Doktor Ilmu Administrasi di Undana

27 Februari 2026

GMNI Jakarta Ajukan Nota Keberatan ke Presiden soal Perjanjian Dagang Indonesia–AS

24 Februari 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.