Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Dua Hari Hujan Turun, Petani di Mbay Mengucap Syukur
Regional NTT

Dua Hari Hujan Turun, Petani di Mbay Mengucap Syukur

By Redaksi24 Januari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, VoxNtt.com- Hujan selama dua hari berturut-turut di Mbay membuat para petani senang setelah kurang lebih 1 bulan terakhir daerah itu tak diguyur hujan.

Kini Rasa syukur yang diucapkan masyarakat di Kecamatan Aesesa mulai bermunculan. Hujan membawa dampak positif kepada petani agar bisa kembali mengelolah lahan untuk bisa ditanami jagung.

Nus salah satu petani di desa Aesesa mengaku turunnya hujan membawa berkat bagi masyarakat khususnya petani di Mbay.

“Hampir satu bulan tidak hujan. Namun kemarin dan hari ini terus di guyur hujan. Kami sangat senang sekali dan ini benar-benar Tuhan mendengarkan doa kami,” katanya.

Sementara Frans Boli warga desa Golong Nio mengatakan masyarakat sekitar desa tersebut saat ini banyak yang alami gagal tanam.

“Hujan turun begini membawa berkat bagi kami walaupun hanya dua kali turunnya hujan setidaknya bisa menghilangkan debu dan tanaman tidak mati. Kami hanya berdoa agar hujan terus turun agar kami bisa kembali melakukan aktiftas seperti biasa,” harapannya.

Hal senada disampaikan warga Translok, Emanuel Timo. Ia mengaku bersyukur hujan sudah turun.

“Kami sangat senang selama dua hari ini hujan terus. Kami terus meminta kepada Tuhan agar terus di berikan air hujan agar kami bisa hidup. Karena tidak adanya hujan kami bisa mati kelaparan,” katanya. (arton/VoN).

Foto: Illustrasi (Foto: Ist)

Nagekeo
Previous ArticleAudit Dana Desa di Desa Wudi, Ini Hasilnya
Next Article Dituding Selewengkan Dana Desa, Ini Komentar Kades Wudi Cibal

Related Posts

Nyawa Samsia Cora Diduga Direnggut Hoaks Terstruktur dan Berskala Masif

27 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

Pengungsi Gempa Nagekeo Keluhkan Kesenjangan Bantuan, Pemkab Diminta Evaluasi Penanganan

23 Agustus 2026
Terkini

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.