Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Kongres PSSI Sikka: Bola Sepak Harus Dijauhkan dari Kepentingan Lain
Regional NTT

Kongres PSSI Sikka: Bola Sepak Harus Dijauhkan dari Kepentingan Lain

By Redaksi28 Januari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pembukaan Kongres Asosiasi Kabupaten PSSI Sikka pada Kamis, 28/1/2017 di Nara Room, Maumere
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, VoxNtt.Com- Bola sepak sebagai salah satu olahraga yang paling populer tak luput dari banyak kepentingan.

Oleh karena itu, Wakil Bupati Sikka, Paulus Nong Susar menghimbau para pengurus baru Asosisasi Kabupaten (AsKab) PSSI Sikka agar meminimalisir semua kepentingan di luar visi misi organisasi.

“Kita semua harus bersatu agar bisa membawa wadah PSSI semakin berjaya di masa yang akan datang,” tegasnya dalam sambutannya sebelum membuka secara resmi Kongres Asosiasi Kabupaten PSSI Sikka pada Sabtu, 28/1/2017 di Nara Room, Maumere.

Senada dengan Nong Susar, anggota DPRD Sikka, Heny Doing berharap agar sepak bola tidak diboncengi kepentingan-kepentingan lain.

“Uruslah sepakbola dengan baik dan hal-hal lain akan datang sendiri,” ujarnya saat memberikan sambutan mewakili pemerhati  bola sepak Sikka.

Menurutnya, tugas berat kepemimpinan berikutnya adalah mempertahankan keberhasilan Askab PSSI 2012-2016 yang berhasil membawa Persami menjuarai ETMC 2015 lalu.

Sementara itu, Ketua Askab PSSI Sikka, Robi Idong menyatakan PSSI merupakan tempat belajar yang komplit. Orang yang memimpin PSSI harus siap jadi tempat sampah.

Menurutnya, organisasi bola sepak mampu memunculkan kehidupan secara utuh.

“Ada egonya, ada liciknya, ada sportivitasnya dan semua aspek sosiokultural lainnya. Mau belajar jadi orang baik, atau mau korupsi juga ada,” ungkapnya.

Meskipun di masa kepemimpinannya Robi berhasil membawa Persami menjuarai El Tari Memorial Cup 2015 lalu namun dirinya mengaku tidak akan ikut dalam bursa pemilihan ketua Askab PSSI Sikka.

“Ini sekolah yang baik sehingga kesempatan harus dibagikan kepada yang lain,” tegasnya.

Pantauan VoxNtt.Com, selain Wakil Bupati Sikka, pengurus AsKab PSSI Sikka, dan perwakilan-perwakilan klub anggota, turut hadir pula sejumlah pemerhati sepak bola, Persami Mania, dan beberapa anggota DPRD Sikka.

Kongres ini bertujuan mengevaluasi kerja PSSI 2012-2016. Selain itu, kongres ini akan memilih ketua, wakil ketua dan anggota komite eksekutif periode 2017-2021. (Are/VoN)

 

Sikka
Previous ArticleJalan Ruteng-Reo Tutup Akibat Longsor
Next Article Terkendala Dana, Kongres PSSI Sikka Dibiayai Para Pencinta Bola

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.