Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Rumah Terancam Hanyut, Warga Wuring Belum Pindah
HEADLINE

Rumah Terancam Hanyut, Warga Wuring Belum Pindah

By Redaksi6 Februari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Rumah-rumah panggung milik warga di Wuring, Sikka (Foto:Are)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, VoxNtt.Com- Meskipun puluhan rumah panggung mereka terancam roboh dan hanyut akibat gelombang yang kuat selama sepekan terakhir, warga Wuring enggan pindah tempat.

“Hanya rumah yang paling ujung itu sudah pindah barusan siang tadi,” ujar salah satu warga, Sariatin (27) kepada VoxNtt.Com pada Senin (6/2/2017) sore tadi di kediamannya.

Rumah-rumah yang dimaksud adalah rumah-rumah panggung yang dibangun di area laut. Warga di wilayah tersebut merupakan bagian dari RT 044/RW 09, Kelurahan Wuring, Kabupaten Sikka.

Rumah-rumah panggung milik warga di Wuring, Sikka

Saat ditemui, Sariatin dan sejumlah warga lainnya sedang bercengkrama di rumahnya. Hampir semua warga menerangkan bahwa gelombang yang kuat seperti saat ini baru terjadi sepekan belakangan.

Selain gelombang pasang yang kuat, permukaan air juga meningkat biasanya dimulai pada pukul 5 sore hari. Rahmawati (50) warga lainnya mengaku selalu was-was di malam hari.

“Takutnya kalau malam saja. Jadi malam kami was-was sekali,” ujar Rahmawati.

Meskipun demikian, baik Sariatin, Rahmawati maupun warga lainnya enggan pindah.

“Mau pindah tetapi ada barang-barang jualan ini,” ujar Sariatin yang membuka kios sembako di rumah panggung miliknya.

Senada dengan Sariatin, Rahmawati mengaku tidak bisa membiarkan rumah kosong.

“Harus jaga rumah. Tetapi kami tetap waspada,” ujarnya.

Ketua RT, Ahmad Lamong (50) mengatakan pada tahun-tahun sebelumnya warga pun tak pindah dari rumah.

“Tahun-tahun yang lalu kalau musim barat begini juga warga tidak pindah,” ujar Ahmad pada Senin (6/2/2017) malam.

Saat ditemui Ahmad mengaku baru selesai memperkuat beberapa tiang rumah panggung miliknya.

“Ini sudah agak turun. Tadi pas magrib lebih tinggi lagi airnya,” ungkap Ahmad. (Are /VoN)

Sikka
Previous ArticleSiswa Kampung Kerbo Gegaria Harus Hati-Hati Lintasi Jalan Ini
Next Article Presidium GMNI Gelar Kesepakatan Damai dengan Abraham Lagaligo

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.