Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Feature»Siswa Kampung Kerbo Gegaria Harus Hati-Hati Lintasi Jalan Ini
Feature

Siswa Kampung Kerbo Gegaria Harus Hati-Hati Lintasi Jalan Ini

By Redaksi6 Februari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Siswa SDK Wolondopo satu sedang melintasi jalan yang sudah ditutup longsor. Jarak sekolah dengan kampung mereka kurang lebih tiga kilometer. (Foto: Ian)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, VoxNtt.com-Beberapa ruas jalan kampung Kerbo Gegaria dan kampung Detupau, Desa Likanaka, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende mengalami rusak parah.

Hal ini disebabkan curah hujan disertai angin berkepanjangan selama dua pekan terakhir.

Alasius Woda, warga setempat kepada VoxNtt.com menuturkan kerusakan jalur tersebut menghambat seluruh aktivitas masyarakat Likanaka.

“Rusaknya sangat parah pak. Semua aktivitas kita jadi terhambat semua,”ungkap Woda secara terpisah, Senin (6/2) malam.

Ia menyebutkan beberapa titik longsor disebabkan hujan berturut-turut pekan lalu. Salah satunya jalur jalan Gegaria menuju SDK Wolondopo satu yang berjarak sekitar tiga kilometer.

Sejumlah siswa SDK Wolondopo satu harus melintasi jalur longsor saat ke sekolah. Tidak ada jalan alternatif dari Gegaria menuju sekolah mereka (Foto: Ian)

Akibat itu, tambah Woda, aktivitas sekolah menjadi terhambat. Puluhan siswa asal kampung Kerbo Gegaria harus berhati-hati melintasi beberapa titik longsor.

“Tidak ada alternatif lain lagi pak. Itu adalah jalan satu-satunya. Itupun swadaya masyarakat membuka jalan itu”katanya.

“Jalannya masih jalan tanah. Belum diaspal atau dirabat. Masih tanah kosong”kata Woda lagi.

Jalan yang sedang dirintis tersebut menjadi perhatian khusus bagi warga setempat. Sejumlah warga kemudian bergotong membersihkan beberapa titik yang dianggap sangat parah.

Selain dilalui anak sekolah, jalur tikus tersebut merupakan jalan utama warga Gegaria untuk menjual hasil komoditi mereka di Pasar Wolowaru.

“Jaraknya sangat jauh, jadi kami harus berjalan kaki sekitar empat kilo. Kendaraan tidak bisa masuk lagi”ujar Woda.

Ia berharap Pemerintah segera melakukan pemantau dan tindak lanjut bencana alam tersebut. Sehingga aktivitas kembali masyarakat kembali normal.

Dia juga meminta agar pemerintah mengalokasikan anggaran untuk membuka jalan baru. Sebab, jelas Woda, jalan tersebut tidak layak lagi untuk digunakan.

“Ya, kita minta buat jalan baru saja. Kami disini susah, karena harus jalan lewat hutan-hutan. Jadi, kami bantu supaya bisa sampaikan pesan kami.”Tutur dia.***(Ian/VoN)

Ende
Previous ArticleTerjebak Banjir, Dua Siswa Tarvid Ende Diselamatkan Pohon Johar
Next Article Rumah Terancam Hanyut, Warga Wuring Belum Pindah

Related Posts

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Peringati Hari Anak Nasional, Yayasan TKK Fransiskus Assisi Karot Perkuat Tata Kelola dan Mutu Pendidikan

28 Juli 2026

Kepala SMPN Satap Munde Bantah Dugaan Pungli, Sebut Uang dari Orangtua Bersifat Sukarela

22 Juli 2026
Terkini

Pemerintah Kecamatan Reok Barat Bantah Kontribusi ASN untuk HUT RI Merupakan Pungli

7 Agustus 2026

Progres Jalan Nasional Ruteng-Reo-Kedindi Capai 86 Persen, Ditargetkan Rampung Sebelum Musim Hujan

6 Agustus 2026

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.