Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Cuaca Buruk, KM Mahkota Nusantara Tak Dapat Sandar di Pelabuhan Soekarno Ende
HEADLINE

Cuaca Buruk, KM Mahkota Nusantara Tak Dapat Sandar di Pelabuhan Soekarno Ende

By Redaksi8 Februari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
KM Mahkota Nusantara sedang berupaya untuk berlabu di Pelabuhan Soekarno Ende. Selama 20 jam Kapal ini tidak berlabu di Pelabuhan karena cuaca buruk di perairan laut Sawu (Foto: Ian/VoxNtt)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, VoxNtt.com-Kapal Motor Mahkota Nusantara yang bertolak dari Surabaya menuju Ende, Flores tidak dapat bersandar di Pelabuhan Soekarno Ende.

Hal ini disebabkan angin kencang serta gelombang tinggi di perairan laut Sawu.

Disaksikan VoxNtt.com, Rabu (8/2) di Pelabuhan Soekarno, sekitar pukul 10.00 wita, gelombang laut serta angin kencang masih terasa di pantai selatan Ende.

Sejumlah awak kapal termasuk penumpang terpaksa tetap berada di dalam Kapal yang berjarak sekitar 100 meter dari Pelabuhan.

Kepala Syahbandar Ende, John Ola mengakui masalah tersebut disebabkan karena cuaca yang ekstrem. Kapal terpaksa ditahan untuk tidak berlabuh.

Ola menjelaskan peristiwa tersebut terjadi sejak kapal masuk di perairan Ende pada Selasa (7/2) sekitar pukul 14.00 wita. Sehingga, pihaknya memerintahkan awak kapal untuk tunda berlabuh.

“Kemarin coba diusahakan tapi tidak bisa. Tadi malam juga kita coba lagi tapi kami perintah untuk tunda sampai pagi ini”katanya.

Dijelaskan Ola, kecepatan angin kencang di perairan laut Sawu sekitar 5-40 knot dari idealnya 1-10 knot. Sedangkan ketinggian gelombang sekitar 5-6 meter.

“Kecepatan ini sudah melebihi dari batas normal. Karena itu, kami tidak memaksa untuk bersandar”ujar Ola.

Ia menyebutkan sebanyak 149 penumpang yang berlayar dari Surabaya menuju Ende. Sedangkan, truk besar sebanyak 27 unit, truk sedang 9 unit dan truk kecil sebanyak 22 unit. Ditambah dengan 9 unit roda dua dan 1 unit alat berat.

Kapal yang sudah beroperasi sejak Tahun 2015 ini, dilarang oleh otoritas untuk berlabuh selama 20 jam. Kapal baru bisa berlabuh pada pukul 12.00 wita setelah cuaca kembali normal.***(Ian/VoN)

Ende
Previous ArticlePers Mesti Bekerja Jujur dan Transparan
Next Article Angin Kencang Terus Melanda, Warga Tolok Cemas Bencana

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Jaksa Agung Ambil Alih Dugaan Korupsi Rp49,8 Miliar di Ende

8 Juli 2026
Terkini

Pemkab Manggarai Pastikan Kesehatan Peserta MPA PMKRI

18 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Rakerprov KONI NTT Matangkan Persiapan PON 2028

18 Juli 2026

Bersama Senja: Antologi Puisi Cantikan Christiany Dapa

18 Juli 2026

Kebakaran Hanguskan Kantor UPTD BKKBN Boleng, Polisi Selidiki Dugaan Korsleting Listrik

17 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.