Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»JATAM Peringatkan Bahaya ‘Ijon Politik’ Tambang di Pilkada Lembata
HEADLINE

JATAM Peringatkan Bahaya ‘Ijon Politik’ Tambang di Pilkada Lembata

By Redaksi8 Februari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Illustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kota Kupang, VoxNtt.com-Kepala kampanye Jaring Advokasi Tambang (JATAM) Nasional, Melky Nahar mewanti-wanti masyarakat pemilih di Kabupaten Lembata untuk mewaspadai bahaya ijon politik pertambangan menjelang pilkada serentak 2017 mendatang.

“Salah satu pendekatan yang sudah menjadi pengetahuan umum  dengan menunggangi dan mengendalikan para kandidat melalui pembiayaan pencalonan dan kampanye sebagai praktik ijon politik” kata Melky kepada VoxNtt.com di Kupang, Selasa (07/02/2017).

BACA: Waspada Ijon Politik Tambang di Pilkada Serentak 2017

Menurut dia, Kabupaten Lembata sebagai salah satu daerah yang menyelenggarakan Pemilukada Serentak 2017, tak lepas dari persoalan di atas.

Potensi tambang Lembata yang tersebar di hampir seluruh wilayah menjadi incaran para korporasi tambang.

Hal ini, kata Melky diperparah dengan trackrecord dan visi-misi para kontestan yang bertarung nyaris tidak menyentuh persoalan riil masyarakat, seperti ancaman industri ekstraktif terhadap ruang hidup dan alat produksi masyarakat.

“Padahal, sebanyak 93% wilayah Lembata merupakan kawasan budidaya pertanian, dan 90% masyarakatnya bekerja sebagai petani” tegasnya.

Potensi pertanian ini didukung oleh persentase pendapatan daerah Kabupaten Lembata dimana sebanyak 40, 41% disumbangkan oleh sektor pertanian, Sementara tambang, lanjut dia hanya 0,49%.

Karena itu, mantan manager kampanye WALHI NTT ini mengajak masyarakat pemilih di Kabupaten Lembata untuk melacak keberpihakan modal setiap kandidat yang bertarung di Pilkada Lembata.

“Potensi ancaman seperti daya rusak tambang dipastikan akan menghebat pasca Pemilukada Serentak 2017, mengingat investasi berbasis lahan skala besar ini terdapat kecenderungan peningkatan jumlah perizinan di tahun menjelang, saat berlangsung dan selepas Pemilukada” tutup Melky.***(Andre/BJ/VoN).

Kota Kupang Lembata
Previous ArticleBalai LLAJ dan ASDP Bali Akan Timbun Batu pada Jalan Masuk Pelabuhan Kewapante
Next Article Kapela Tolok Poco Ranaka Ambruk Diterjang Angin

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.