Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Di Ngada, Kasus Kekerasan Seksual Anak Bawah Umur Meningkat
Regional NTT

Di Ngada, Kasus Kekerasan Seksual Anak Bawah Umur Meningkat

By Redaksi20 Februari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
AKBP Andy Nurwany_voxntt.com
Kapolres Ngada AKBP Andy Nurwany
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, VoxNtt.com- Kasus kekerasan seksual yang menimpa anak usia bawah umur di wilayah Mapolres Ngada hingga kini terus meningkat.

Sejak dua bulan terakhir awal tahun 2017 ini terhitung sudah empat kasus kekerasan seksual terhadap anak bawah umur di wilayah Kabupaten Ngada dan Nagekeo. Dua kabupaten ini merupakan wilayah kewenangan Polres Ngada.

Hal itu disampaikan Kapolres Ngada AKBP Andy Nurwany  kepada VoxNtt.com di Mapolres Ngada, Senin (20/2/2017).

Kapolres Andy yang dalam kesempatan tersebut didampingi Kasat Reskrim Iptu Ridwan mengatakan, kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur, di dua kabupaten itu terus mengalami peningkatan.

“Di awal tahun laporan dan sedang ditangani oleh Kepolisian Resort Ngada sudah empat kasus kekerasan seksual anak di bawah umur. Diantaranya satu dari  Kabupaten Nagekeo, 3 dari Kabupaten Ngada. Yakni kecamatan Golewa, Kecamatan Bajawa, dan baru-baru ini terjadi di kecamatan Jerebu,u,” jelasnya.

Dengan meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak, Kapolres Ngada meminta semua pihak agar memberikan perhatian serius, baik dalam penanganannya maupun pencegahan. Itu terutama kepada pemerintah daerah Ngada dan Nagekeo.

Menurutnya banyak warga yang mengalami pelecehan seksual terhadap anak tidak melaporkan pada pihak penegak hukum karena dianggap aib.

“Ini yang kita resahkan, karena masih dianggap aib, sehingga banyak kasus seperti itu didiamkan,” katanya.

Sementara Kata Kasat Reskrim Polres Ngada Iptu Ridwan, ada banyak faktor yang mendorong terjadinya kekerasan terhadap anak.

Baca: Kasat Reskrim Polres Ngada “Angkat Kaki” ke Ende

Selain kurangnya mendapatkan pengawasan dari kedua orang tua, keluarga dan juga minimnya kesadaran masyarakat untuk mencegah terjadi kekerasan terhadap anak. Selebihnya juga akibat pengaruh teknologi mudahnya orang mengakses film porno. (Arton/VoN).

Nagekeo Ngada
Previous ArticleJalan Menuju Tempat Pariwisata Riung Dijalari Rumput Liar
Next Article Divonis Penjara, Hak Politik Irman Gusman Juga Dicabut

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.